Round-Up

Gubsu Tak Goyah Meski Dikritik Tak Segera Buka Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 08:00 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kemeja putih-peci hitam)/(Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi belum mengizinkan belajar tatap muka digelar di sekolah saat pandemi Corona. Sikap Edy ini tak goyah meski mendapat kritik gegara belum juga membuka sekolah.

Edy mengatakan tak mau membuka sekolah karena pandemi Corona belum usai. Dia khawatir anak-anak bakal positif Corona gara-gara sekolah dibuka.

"Tatap muka belum saya izinkan. (Izinnya) tergantung nanti situasi, tadi kan baru dijawab COVID-19 masih menghantui kita," kata Edy di Rumah Dinas Jabatan Gubsu, Medan pada Kamis (3/6/2021).

"Tak mungkin anak sekolah kita korbankan hanya gara gara kita menuntut pendidikan tatap muka," imbuhnya.

Edy mengatakan dirinya paham kalau pembelajaran jarak jauh memiliki keterbatasan. Meski demikian, dia menilai belajar daring masih perlu dilakukan selama pandemi COVID-19.

Dia berjanji membuka sekolah untuk belajar tatap muka jika Corona turun. Meski demikian, Edy tak bisa memastikan kapan kasus COVID-19 di Sumut menurun.

"Tanya sama Tuhan. Kalau turun COVID besok, kita buka," tuturnya.

Edy juga mengatakan kapan pembelajar tatap muka dimulai bukan ditentukan oleh bulan. Dia mengatakan akan melihat kondisi penyebaran COVID-19 sebelum mengizinkan sekolah tatap muka di Sumut meski Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim telah menyerukan belajar tatap muka harus dimulai Juli.

"Yang menentukan bukan bukan bulan (tahun ajaran baru), tapi COVID-nya," jelasnya.

Dikritik DPRD Sumut

Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, mengkritik sikap Edy yang masih tak mengizinkan belajar tatap muka digelar di sekolah. Baskami menilai Edy membuat keputusan secara sepihak.

"Kita jangan mengambil sikap sendiri, koordinasi dengan kepala daerah," kata Baskami kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Baskami menyebut Edy seharusnya berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota yang disebutnya lebih mengetahui situasi COVID-19 di daerah masing-masing. Menurut Baskami, bupati dan wali kota juga memiliki tanggung jawab terkait belajar tatap muka.

"Saya sudah usulkan supaya Gubernur mengumpulkan kepala-kepala daerah, bupati dan wali kota. Diundang dulu mereka, membicarakan keputusan menteri, dibicarakan sama-sama," tutur Baskami.

Dia menyebut belajar secara daring tak baik bagi anak-anak. Baskami meminta Edy mengizinkan sekolah tatap muka digelar jika bupati atau wali kota siap bertanggungjawab mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan mencegah COVID-19.

"Daring ini kan udah dua tahun, nggak bagus ke anak-anak. Tapi karena supaya anak anak terhindar dari COVID, ya okelah. Tapi kalau bertanggungjawab dia kepala daerahnya, yes, apa salahnya dibuka. Tapi dengan prokes ketat," tuturnya.

Simak juga 'Amarah Gubsu Edy Saat Sidak 5 Kantor Dinas: Banyak yang Main-main!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2