Round-Up

Terungkap Misteri Makhluk Hitam Busuk dari Kamera Perangkap

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 22:03 WIB
Terungkap sudah makhluk misterius yang membuat heboh masyarakat sejumlah daerah di Kabupaten Agam usai BKSDA memantau camera trap (dok BKSDA Agam)
Terungkap sudah makhluk misterius yang membuat heboh masyarakat sejumlah daerah di Kabupaten Agam usai BKSDA memantau camera trap. (Dok. BKSDA Agam)
Jakarta -

Misteri kemunculan makhluk hitam misterius di Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya terungkap. Makhluk yang disebut berbau busuk itu diungkap oleh Balai konservasi dan Sumbar Daya Alam (BKSDA) Agam.

Awalnya BKSDA Sumatera Barat (Sumbar) melalui Resor Agam turun tangan menyelidiki laporan warga soal makhluk misterius berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk. Ada sejumlah temuan saat tim BKSDA datang ke lokasi.

Petugas resor KSDA Agam memasang kamera perangkap di tiga wilayah untuk mengetahui makhluk yang dimaksud warga. Tiga kamera itu dipasang di lokasi penemuan jejak diduga makhluk misterius tersebut.

"Tiga kamera penjebak itu kita pasang di tempat munculnya dan lokasi jejak ditemukan," kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra, di Lubukbasung, seperti dikutip dari Antara, Selasa (8/6/2021).

Ade mengatakan satu kamera dipasang di Gantiang Jorong Pasa Palambayan dan dua kamera di Lakuak Jorong Palembayan Tangah. Dia berharap pemasangan kamera itu bisa mengungkap misteri sosok makhluk yang menggemparkan warga itu.

Dia menyebut petugas resor KSDA Agam telah mengecek ke lapangan dan mewawancarai warga untuk mengetahui dugaan awal soal makhluk itu pada Kamis (27/5).

"Berkemungkinan makhluk itu beruang madu berdasarkan jejak kaki, cakaran, dan kotoran. Kita kembali mendapat laporan warga melihat satwa itu," kata Ade Putra.

Meski belum mendapati hasil pasti, dari analisis sementara, kata Ade, pihaknya menduga makhluk misterius itu adalah satwa jenis beruang madu.

"Kita sudah turun ke lokasi dan melihat kondisi di sana. Kesimpulan sementara berdasarkan hasil identifikasi lapangan, dengan mengamati tanda-tanda lapangan berupa jejak dan cakaran. Namun kita tentu harus melihat dulu hasil pengamatan kamera yang sudah kita padang," katanya lagi.

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, berharap resor KSDA segera mendapatkan jawaban atas keresahan warga tersebut.

"Kita berharap kerja keras Resor KSDA Agam membuahkan hasil," katanya.