Uji Coba Tatap Muka Besok, DKI Rencana Mulai Pembelajaran New Normal 15 Juli

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 21:45 WIB
Hari ini merupakan hari pertama uji coba sekolah tatap muka di DKI Jakarta. Salah satunya di SDN Pondok Kelapa 05 Pagi, Jakarta.
Ilustrasi Suasana Sekolah Tatap Muka di Jakarta. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ratusan sekolah di DKI Jakarta akan berpartisipasi dalam uji coba pembelajaran tatap muka besok. Pemprov DKI Jakarta selanjutnya berencana menggelar pembelajaran masa kenormalan baru pada 15 Juli mendatang.

"Besok kan pembelajaran tatap muka (PTM) uji coba tahap 1, untuk nanti bulan Juli bukan lagi uji coba PTM tahap satu, tapi namanya tanggal 15 Juli rencana timeline, namanya pembelajaran masa kenormalan baru," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).

Namun dia enggan memerinci lebih lanjut terkait pembelajaran new normal itu. Yang jelas, Taga mengatakan pembelajaran masa kenormalan baru akan dilaksanakan seusai uji coba tatap muka PTM yang dimulai besok.

"Masih 15 Juli," ucapnya.

Pemprov DKI Uji Coba 226 Sekolah

Sebanyak 226 sekolah mulai besok akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Jumlah ini terdiri dari 143 sekolah yang dinyatakan lolos asesmen beserta 83 sekolah yang sebelumnya mengikuti pilot project PTM pada 7 April 2021.

"Ya otomatis (83 sekolah) ikut semua di luar 143 sekolah. Jadi ada 226 sekolah," ujar Taga.

Taga mengatakan di masa uji coba PTM kali ini pihaknya tetap membatasi kapasitas keterisian kelas 50%. Selain itu, tatap muka tetap digelar 3 kali dalam seminggu.

"Masih menggunakan piloting yang kemarin, jadi 50% belajar di sekolah, 50% belajar di rumah, harinya Senin, Rabu, Jumat, hanya 3-4 jam, gitu. Pendekatannya blended learning separuh tatap muka, separuh di rumah" ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta mengundurkan waktu pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka tahap II menjadi 9 Juni 2021. Sebanyak 300 sekolah masih menjalani tahapan asesmen.

"Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka tahap kedua ini diundur ke tanggal 9 Juni," kata Taga Radja saat dihubungi, Jumat (4/6).

Uji coba tahap II semestinya dimulai pada Senin, 7 Juni 2021. Namun, Taga mengungkapkan, pihaknya kesulitan memperbaiki hasil asesmen di tiap sekolah. Sebab, terjadi peningkatan jumlah sekolah yang mengajukan asesmen dibanding uji coba sebelumnya.

Taga mengatakan awalnya 85 sekolah disetujui untuk melaksanakan uji sekolah tatap muka tahap I. Namun dua sekolah akhirnya mundur karena tak direstui oleh orang tua murid.

Taga menyatakan 83 sekolah telah mengirimkan surat pertanggungjawaban mutlak dari kepala sekolah. Dalam surat tersebut, sekolah wajib menjamin protokol kesehatan COVID-19 terhadap peserta didik terus diterapkan.

(idn/idn)