Arahan Jokowi soal Sekolah Tatap Muka, Ini yang Perlu Diketahui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 14:22 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait rencana dimulainya kembali sekolah tatap muka terbatas pada Juli mendatang. Arahan disampaikan melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Diketahui, pemerintah berencana memulai sekolah tatap muka tepat pada 1 Juli 2021. Dimulainya pembelajaran ini dengan syarat para guru dan tenaga pendidik disuntik vaksin Corona (COVID-19)

detikcom merangkumkan sejumlah arahan Jokowi yang perlu diperhatikan:

Jokowi: Sekolah Dihadiri 25 Persen Siswa

Melalui Menkes Budi Gunadi Sadikin, Jokowi meminta rencana sekolah tatap muka hanya dihadiri 25 persen dari total siswa. Sekolah juga hanya dilakukan dua hari seminggu, dengan masing-masing berlangsung maksimal 2 jam.

"Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

Jokowi: Izin Sekolah di Tangan Orang Tua

Sementara itu, Jokowi juga mengarahkan agar penyelenggaraan sekolah tatap muka terbatas harus dengan izin dari orang tua.

Jokowi Minta Guru Divaksinasi

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para guru menjalani vaksinasi sebelum sekolah tatap muka terbatas digelar. Ia pun meminta bantuan dari kepala daerah terkait instruksi tersebut.

"Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan," kata Budi.

Siswa-Siswi kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 2 dan 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). Ujian ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat dan membagi beberapa sesi kelas untuk ujian. Satu kelas terdiri dari 15 anak. Ujian ini berlangsung hingga 12 Juni 2021. Hanya kelas 4 dan 5 yang melakukan ujian tatap muka kelas lainnya laksanakan ujian secara daring.Sekolah tatap muka rencananya akan dimulai Juli mendatang. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pemprov DKI-Riau Kaji Instruksi Jokowi

Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji instruksi tersebut. Diketahui DKI awalnya berencana membuka untuk 50 persen kapasitas siswa saat sekolah tatap muka dijalankan.

"Kalau 25% lebih mudah. (DKI) kan 50%. Malah lebih mudah, lebih kecil. Apalagi saran Pak Jokowi hanya dua hari seminggu. Tentu ini menjadi perhatian kita semua, cuma kita memastikan pendidikan bagi anak-anak kita sesuatu yang penting," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/6/2021).

"Saya kira Pak Jokowi mendapatkan masukan-masukan dan memberikan perhatian berapa idealnya. Kalau 25% yang terbaik kenapa nggak? Masukan-masukan pak presiden pemerintah pusat akan didiskusikan," lanjutnya,

Sementara itu, Pemprov Riau juga akan melakukan kajian terkait instruksi Jokowi soal sekolah tatap muka terbatas. Terlebih menyoroti terkait kasus COVID-19 di provinsi tersebut.

"Semua kepala daerah untuk berhati-hati terhadap kemungkinan bertambahnya kasus COVID-19. Sebab belajar hanya 2 jam dan itu hanya 2 kali seminggu. Tentu ini harus jadi perhatian seluruh kepala daerah, guru dan semua dinas terkait," imbuh Gubernur Riau Syamsuar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram mengatakan pihaknya saat ini sudah mulai menyusun pelaksanaan teknis untuk sekolah tatap muka. Salah satunya dengan memantau perkembangan kasus COVID-19 di Riau.

(izt/dhn)