Terungkap Kode '90 Cm dan 1 Meter' untuk Bayar Fee Bansos ke Anak Buah Juliari

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 20:13 WIB
Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). Matheus Joko Santoso ditahan penyidik KPK usai terjaring dalam operasi tangkap tangan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial dalam penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK mengungkap adanya kode '90 cm dan 1 meter' dalam permintaan fee bansos Corona yang ditarik oleh eks pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos Matheus Joko Santoso. Apa maksudnya?

Awalnya, Direktur PT Restu Sinergi Pratama Dino Aprilianto menceritakan hanya mendapatkan 50 ribu paket bansos dari 100 ribu paket yang dijanjikan Matheus Joko pada tahap keenam. Setelah mendapatkan paket tersebut, Dino diminta membayar uang Rp 1,050 miliar.

"Setelah menerima itu langsung serahkan uang yang diminta Matheus Joko sebesar Rp 1,050 miliar?" tanya jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/6/2021).

Dino mengatakan membayar permintaan fee itu secara bertahap, sebanyak dua kali. Pembayaran pertama sebanyak Rp Rp 650 juta dan kedua sebesar Rp 400 juta.

Dino juga menyebut tidak ada solusi dari Matheus Joko untuk mengusahakan sisa 50 ribu paket yang dijanjikan. Dia juga terpaksa membayar uang fee karena sudah diberi pekerjaan.

"Dapatnya 50 ribu. Ternyata kita sudah belanja 100 ribu paket dan saya harus memikirkan yang 50 ribu lagi," ujarnya.

"Saya tetap bayarkan karena sudah dapat pekerjaan," tambahnya.

Jaksa kembali menanyai Dino terkait permintaan sejumlah uang dari Joko. Jaksa kemudian memutarkan rekaman percakapan telepon Dino dengan Joko pada 2 November 2020.

Dalam percakapan itu, terungkap adanya kode '90 cm dan 1 meter'. Dino menjelaskan maksud kode itu adalah permintaan Joko agar sisa pembayaran fee sebesar Rp 400 juta agar dibayarkan dalam bentuk dolar Singapura.

"Tadi disebutkan ada '90 cm dan 1 meter', apa itu?" tanya jaksa.

"Jadi ada permintaan yang setengah lagi dalam bentuk Singapore dollar," jelas Dino.

Dino awalnya bingung harus memberikan berapa dolar Singapura dengan menghitung-hitung kurs. Dia bahkan pernah dihubungi Joko karena salah hitung nominal uang dolar Singapura yang harus diberikan.

"Saya coret-coret dalam kurs kalau misalnya kurang. Saya tidak mengerti antara Singapura dolar seperti apa. Makanya dia telepon. Kalau segini kurang, saya coba balik lagi ke kantor cek di kantor buka Google kurs berapa, ininya berapa. Karena saya tidak jadi tukarkan saya kasih lagi cash dalam bentuk rupiah," terangnya.

Dino menyebut akhirnya dia tetap membayar sisa fee sebesar Rp 400 juta dalam bentuk rupiah. Dia tidak tahu-menahu soal untuk apa duit itu diminta Joko.

"Matheus Joko bilang buat apa uang itu?" tanya jaksa dan dijawab 'tidak tahu' oleh Dino.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso. Keduanya bersama mantan Mensos Juliari Peter Batubara didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Lihat Video: Terbukti Suap Juliari, Harry Van Sidabukke Diputus 4 Tahun Bui

[Gambas:Video 20detik]



(run/idn)