Kejagung Sita Apartemen di Kuta Bali Terkait Kasus ASABRI

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 16:39 WIB
Kejagung menyita apartemen di kawasan Kuta, Bali terkait kasus ASABRI (dok. Istimewa).
Kejagung menyita apartemen di kawasan Kuta, Bali, terkait kasus ASABRI (Dok. Istimewa)
Badung -

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyita apartemen di kawasan Kuta, Bali, atas kasus ASABRI. Kejagung dibantu Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung saat proses penyitaan.

"Berdasarkan penetapan dari Pengadilan Negeri Denpasar yang pada pokoknya memberikan izin khusus kepada penyidik untuk melakukan penyitaan terhadap apartemen," kata Kepala Kejari Badung I Ketut Maha Agung dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (8/6/2021).

Agung menjelaskan, apartemen tersebut disita karena menjadi aset terduga pelaku tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT ASABRI (Persero). Tindak pidana korupsi ini terjadi pada periode 2012-2019.

Apartemen yang disita memiliki sertifikat dengan hak seluas 48,23 meter persegi. Aset ini terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang diduga terkait dalam tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka IWBS.

Kegiatan penyitaan aset dilakukan berdasarkan surat perintah penyitaan dari jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus (Jampidsus). Surat perintah itu menugaskan kepada beberapa jaksa pada Kejagung untuk melakukan penyitaan aset.

"Hal itu dengan tujuan untuk mengambil alih dan menyimpan di bawah kekuasaan penyidik suatu benda yang berhubungan dengan tindak pidana untuk kepentingan pembuktian tindak pidana korupsi dalam penegakan hukum," kata dia.

Sebelumnya, Kejagung dengan bantuan tim dari Kejari Badung juga telah melakukan pelacakan aset yang terkait tindak pidana sehubungan dengan penyidikan perkara tindak pidana korupsi di PT ASABRI tersebut. Hasil pelacakan itu kini telah kini telah dilakukan penyitaan.

"Konsistensi dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi inilah bentuk komitmen dari Kejaksaan RI dalam memberantas tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia," jelasnya didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Badung I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo.

(nvl/nvl)