Soal Ujian SD di Riau Diprotes, Diduga Kampanye Negatif Terkait Sawit

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 14:51 WIB
Soal ujian SD di Kampar, Riau, diprotes karena diduga ada kampanye negatif soal sawit (Dok Istimewa)
Soal ujian SD di Kampar, Riau, diprotes karena diduga ada kampanye negatif soal sawit. (Dok. Istimewa)
Kampar -

Materi ujian siswa sekolah dasar (SD) di Kampar, Riau diprotes. Hal itu dilakukan karena adanya soal ujian yang diduga sebagai kampanye negatif terselubung soal sawit.

Protes disampaikan Forum Mahasiswa Sawit Indonesia di Riau. Mereka menilai materi ujian disusupi soal-soal negatif tentang sawit yang berlangsung secara sistematis dengan menyasar anak-anak sekolah.

"Kami protes keras soal ujian di salah satu SD di Riau karena mendiskreditkan kelapa sawit. Kami menilai itu upaya penggiringan terstruktur, sistematis, dan masif atau TSM agar anak-anak Indonesia benci sawit. Itu bahaya, kalau anak sekolah dasar dicekoki materi macam itu," kata Ketua DPP Forum Mahasiswa Sawit, Aripin Harahap, Selasa (8/6/2021).

Pertanyaan di soal ujian tersebut ialah 'Dampak negatif interaksi manusia dengan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit adalah...?'.

Hal ini dinilai tidak pantas ada di dalam soal ujian sekolah dasar. "Dari soal itu, ada jawaban pilihan ganda yang berbunyi A. meningkatkan lapangan pekerjaan; B. meningkatkan pembangunan daerah; C. berkurangnya sumber daya air; dan D. permukiman penduduk semakin banyak," kata Aripin.

Aripin menyebut banyak penelitian yang mementahkan sawit merupakan tanaman boros air. Stigma itu dinilainya sebagai bagian kampanye negatif yang dihembuskan pihak tertentu, termasuk menuduh sawit tidak ramah lingkungan.

"Begitu banyak penelitian menunjukkan sawit adalah tanaman yang efisien dalam pemanfaatan air dibandingkan dengan kelapa, kedelai, jagung, bahkan rapeseed sekalipun, yang merupakan bahan baku minyak nabati dominan di Eropa. Saya tekankan, justru saat ini sawit merupakan penopang ekonomi bangsa yang sangat signifikan," tuturnya.

Protes Gapki Riau

Sementara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau menyoroti polemik soal ujian diduga disusupi kampanye negatif kelapa sawit tersebut.

"Jika benar ada pertanyaan dalam naskah ujian yang mengandung sentimen negatif terhadap kelapa sawit, maka Gapki Riau sangat menyayangkan hal ini. Kami berharap pihak terkait bisa menindaklanjuti polemik itu sehingga jelas permasalahan sebenarnya dan kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Ketua Gapki Riau, Jatmiko Santosa.

Walau belum memperoleh dan melihat langsung naskah ujian itu, Jatmiko mengatakan kelapa sawit dan produk turunannya telah menjadi penyelamat ekonomi Indonesia di tengah badai pandemi COVID-19.

Sebab, industri kelapa sawit saat ini tak terpengaruh oleh pandemi COVID-19. Bahkan menunjukkan peningkatan ekspor ke luar negeri dan menjadi penyumbang terbesar devisa negara.

Sepanjang 2020, ia menuturkan produk sawit mampu berkontribusi terhadap nilai ekspor mencapai USD 21 miliar atau menyumbang 13,5 persen terhadap total ekspor nonmigas atau 12,86 persen dari total ekspor Indonesia. Selain menjadi penyumbang devisa negara, industri kelapa sawit terbukti berkontribusi menuntaskan kemiskinan dengan menciptakan 16 juta lapangan pekerjaan baru di Tanah Air.

"Kita harus bersinergi dan menunjukkan hal positif dari sawit karena memang komoditas ini terbukti mampu mengangkat ekonomi masyarakat. Kami dari GAPKI Riau juga akan mengadakan edukasi bagi stakeholders termasuk dunia pendidikan, semoga ke depan kita dapat bersama-sama menjaga sumber penyumbang devisa negara ini dari berbagai kampanye hitam," tuturnya.

(ras/isa)