Menilik Kekuatan Duet AHY-Airlangga, Benarkah Bisa Jadi The New SBY-JK?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:43 WIB
Ketum Golkar Airlangga bertemu dengan Ketum Demokrat AHY bahas pilkada 2020
Ketum Golkar Airlangga bertemu dengan Ketum Demokrat AHY bahas pilkada 2020. (Luqman Nurhadi/detikcom)

1. Survei Parameter Politik Indonesia

Survei teranyar dilakukan Parameter Politik Indonesia. Berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia, yang dilakukan pada 23-28 Mei 2021, elektabilitas AHY sebesar 5,6 persen. Sedangkan Airlangga hanya 0,4 persen.

Survei Parameter Politik Indonesia dilakukan dengan metode telepolling menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor ponsel.

Ribuan nomor ponsel itu dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada, dan disesuaikan dengan proporsi populasi secara gender. Margin of error survei kurang-lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei ini, AHY berada di posisi ke-4 di bawah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Prabowo bertengger di posisi puncak dengan elektabilitas 16,5 persen.

2. Survei Y-Publica

Lembaga survei Y-Publica juga melakukan survei elektabilitas kandidat capres 2024. Hasilnya, elektabilitas AHY sebesar 3,2 persen, sedangkan Airlangga 0,5 persen.

Berdasarkan hasil survei Y-Publica, AHY berada di peringkat kedelapan. AHY kalah jauh dibanding Ganjar yang berada di posisi pertama dengan elektabilitas 20,2 persen.

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

3. Survei Puspoll Indonesia

Hasil survei Puspoll Indonesia menyebutkan elektabilitas AHY lebih besar dibandingkan Airlangga. AHY berada di tempat ke-6 dengan elektabilitas 4,9 persen. Sedangkan Airlangga berada di posisi ke-15 dengan elektabilitas 1 persen.

Dikutip dari website resmi Puspoll Indonesia, Selasa (25/5/2021), survei dilakukan pada 20-29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Total sampel 1.600 responden, margin of error 2,45 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat, dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Hasil Pipres 2004

Duet AHY-Airlangga ini diibaratkan dengan duet Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Saat itu, pada Pilpres 2004, SBY-JK berhasil memperoleh 69.266.350 suara atau persentase 60,62%. Sedangkan pesaingnya, Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi, memperoleh 44.990.704 suara atau persentase 39,38%.

Jadi, mungkinkah kegemilangan SBY-JK bisa terulang?


(rdp/tor)