Tumpukan Sampah Mengular di Asahan Tiap Sore Diangkut, Pagi Numpuk Lagi

Perdana Ramadhan - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 12:36 WIB
Tumpukan sampah di jalanan Asahan (Perdana-detikcom)
Tumpukan sampah di jalanan Asahan (Perdana/detikcom)
Asahan -

Tumpukan sampah yang mengular di Jalan Sutan Syahrir, Kisaran, Asahan, Sumatera Utara, tak ada habis-habisnya. Petugas kebersihan mengatakan sampah di lokasi itu tiap sore hari diangkut, tapi pada paginya selalu numpuk lagi.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (8/6/2021), tampak lima petugas kebersihan sedang bekerja mengangkut tumpukan sampah yang mengular hingga puluhan meter.

Mereka menggunakan alat, seperti cangkul, untuk mengumpulkan tumpukan sampah yang sudah memanjang itu menjadi satu. Setelah itu, sampah dinaikkan ke truk sampah untuk dibuang ke tempat penampungan akhir (TPA) di Kelurahan Sei Renggas.

"Setiap hari numpuk seperti ini. Kewalahan juga. Warga dari mana-mana datang buang sampah ke sini. Karena ini jalan utama, jadi biasanya sambil lewat membuang sampah," ujar salah satu petugas kebersihan, Tono.

Tono bersama empat rekannya memulai membersihkan sampah sebelum pukul 07.00 WIB. Menurutnya, proses membersihkan sampah di lokasi itu memakan waktu hingga pukul 15.00 WIB.

"Setiap harilah, kadang dari jam 7 itu sampai jam 3 sore. Cuma kalau siang ada istirahatnya juga, dari jam 12 sampai jam 1 lewat gitu," kata dia.

Dalam seminggu, Tono dan empat rekannya bertugas selama 6 hari untuk mengumpulkan tumpukan sampah yang mengular menjadi satu sebelum diangkut oleh truk sampah. Dia mengatakan tumpukan sampah bakal lebih banyak pada hari Senin.

"Minggu kan kita kosong, jadi biasanya itu selalu numpuk banyak-banyak itu di Senin pagi," kata dia.

Dia mengatakan pengangkutan sampah terkendala jumlah truk sampah dan petugas. Dia mengaku selalu kewalahan membersihkan sampah yang dibuang warga tak bertanggung jawab itu.

"Kalau kendalanya memang itulah, nunggu truk ini kan gantian datangnya sementara sampah datang terus. Nggak ada habisnya," ucapnya.

Tono mengatakan dirinya menerima upah Rp 980 ribu per bulan dengan sistem kontrak kerja. Jumlah itu sudah termasuk jaminan di BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Alhamdulillah, disyukuri lah," kata dia.

Sebelumnya, tumpukan sampah mengular di jalanan Asahan, Sumut, Pemkab Asahan, menyalahkan warga atas kondisi itu. Sampah itu menumpuk di sisi jalan Sutan Syahrir. Kondisinya berserakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asahan Agus Jaka Putra Ginting menyebut sampah itu sengaja dibuang di pinggir jalan oleh warga yang enggan membayar retribusi pengangkutan sampah.

"Ini masih dikerjai (dibersihkan). Memang dari masyarakat membuang sampah di situ. Sebenarnya dari aturan itu bisa dijemput. Cuma sampah yang di sini kan dibuang masyarakat yang tak membayar retribusi," kata Agus saat dimintai konfirmasi, Senin (7/6).

(haf/haf)