PPDB Sumut Dimulai, Orang Tua Siswa Keluhkan Situs Eror

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 12:06 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Medan -

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah dibuka. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan situs PPDB Sumut yang dinilai kurang baik.

Salah satu orang tua siswa, Dedi, mengaku ada kendala dengan sistem online yang dibuat oleh pemerintah. Kendala yang ditemukannya itu pada saat dirinya sudah mencoba mengisi data-data di situs PPDB tersebut. Dedi mengatakan tidak ada kesesuaian antara data yang diisi dengan hasilnya.

"Selama saya coba semalam, kendalanya itu begitu dimasukin data-datanya semua. Kita pilih SMA 1 Medan misalnya, tahu-tahu begitu sudah selesai, sudah semua, keluar bukti registrasi, keluar SMA Negeri 1 Pantai Labu," sebut Dedi saat ditemui di SMA 1 Medan, Selasa (8/6/2021).

Setelah hasilnya itu berbeda, kemudian, Dedy mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke nomor telepon yang tertera di situs. Namun nomor tersebut pun tidak bisa dihubungi.

"Jadi saya juga malam mau konfirmasi ke mana, ya kan. Di situ ada dibuat nomor yang bisa dihubungi, ternyata tak bisa dihubungi. Kemudian saya ke sini langsung (SMA 1 Medan mencari informasi)," ujar Dedi.

Sampai di SMA 1 Medan, Dedi mengaku banyak ortu siswa yang mendapat beragam masalah soal PPDB online tersebut. Petugas di sekolah itu meminta agar pihak orang tua mengulang kembali.

"Ternyata di sini semua, pada begitu semua, pada eror semua, ada beragam masalahnya. Menurut pihak sekolah, ya disuruh ulang-ulang saja lagi karena dari diknas sendiri belum ada solusi. Kita juga cemas, ini kan tiga hari, besok sudah selesai. Sementara daftar nggak bisa," sebut Dedi.

Hal senada disampaikan orang tua lainnya, Resi. Dia mengaku masih bingung dengan sistem PPDB online tersebut. Dia berharap dinas terkait memberikan solusi terbaik. Dia meminta, selain online, penerimaan siswa baru juga dilakukan dengan manual.

"Belum paham tentang PPDB. Berharap dinas terkait selain online juga ada menyediakan sistem manual," ujar Ressi.

(isa/isa)