Cuma Road Bike Boleh Lintasi JLNT, Wagub: Tak Bermaksud Menganakemaskan

Tiara Aliya A - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 22:49 WIB
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike mulai hari ini. Sejumlah pesepeda pun ramai-ramai datang untuk bersepeda di jalur tersebut
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang diuji coba sebagai lintasan road bike (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melarang sepeda non-road bike melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang selama uji coba. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemisahan lintasan dilakukan karena perbedaan kecepatan.

"Sepeda lain sudah ada jalurnya. Road bike ini kan kecepatan tinggi. Jadi memang harus berbeda," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (7/6/2021) malam.

Kendati demikian, Riza menegaskan pihaknya tak pernah mengistimewakan pesepeda mana pun. Pemprov DKI berjanji akan mengakomodasi fasilitas bagi road biker maupun pesepeda lain.

"Jadi sekali lagi teman-teman tidak ada maksud dari kami Pemprov DKI untuk menganakemaskan road bike. Semua tugas kami Pemprov seperti yang kami sampaikan memberikan pelayanan terbaik bagi semua warga, semua komunitas, semua cabang olahraga," tegasnya.

Politikus Gerindra itu juga mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah pesepeda di Jakarta di masa pandemi COVID-19. Untuk itulah, Pemprov DKI berencana memperbanyak jalur sepeda di Ibu Kota.

"Memang sejak pandemi ada peningkatan luar biasa terhadap pengguna sepeda, apakah sepeda road bike maupun non-road bike. Untuk itu, kita mencarikan solusi terbaik, Pak Gubernur sudah sejak awal bersama Mas Sandi (Sandiaga Uno) itu memperluas dan memperlebar, memperpanjang jalur sepeda," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta tak mengizinkan sepeda non-road bike melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Hal ini lantaran sepeda itu memiliki kecepatan yang berbeda dengan road bike ketika melintas di jalan raya.

"Jadi kenapa di jalur ini untuk road bike, kita pahami bahwa di tengah-tengah animo masyarakat dalam bersepeda ada pemisahan kecepatan. Jadi kecepatan road bike rata-rata 40 km/jam, sementara untuk non-road bike itu 20-25 km/jam," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di JlNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (6/6).

Syafrin juga memastikan pemisahan jalur sepeda ini sesuai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pihaknya juga bisa menjamin keselamatan pesepeda maupun pengendara bermotor.

Saat ini, Pemprov DKI menyediakan jalur sepeda road bike di kawasan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Sudirman-Thamrin. Alasannya, kedua jalur ini saling terintegrasi sehingga pemisahan lintasan bisa dilakukan.

Simak video 'Sepeda Selain Road Bike Dilarang Lintasi JLNT Kp. Melayu':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)