Alasan Road Bikers Ogah Gowes di Jalur Khusus Sepeda: Banyak Lubang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 11:44 WIB
Pesepeda road bike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang (Azhar Bagas/detikcom)
Pesepeda road bike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang (Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Usai heboh soal pesepeda road bike di jalanan Jakarta, Pemprov DKI menyediakan jalur road bike di kawasan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Sudirman-Thamrin di beberapa hari tertentu. Hal ini pun disambut baik dari professional biker and trainer, Tino Latuheru.

Meski begitu, dia menanggapi terkait kondisi jalur yang berlubang di beberapa sisi. Kondisi ini juga menjadi alasan pesepeda road bike terkadang tak selalu berada di jalur kiri.

"Bagus sekali. Bagus sekali. Kenapa bagus sekali? Karena tanjakan Kasablanka, flyover Kasablanka itu dibuat sama penyepeda menjadi satu yang memang memacu adrenalin. Karena tuh kan tanjakannya cukup tinggi. Mohon maaf nih kemarin ada berita buruk juga, kebetulan saya kenal dengan kawan itu dia naik tanjakan, terus, ya, di atas kena serangan heart attack. Itu kan kasihan juga, gitu lho," kata Tino dalam program e-Life di detikcom.

"Terima kasih pemerintah sudah memfasilitasi teman-teman, teman-teman sepeda kita ini, komunitas sepeda ini, tapi juga mungkin saya kalau memang diizinkan, gitu, bersuara juga untuk PU. Bahwa kalau semua jalur, jalur kiri itu clear, nggak ada lubang-lubang, orang pasti nyaman main di situ. Kenapa orang akan ngambil jalur dua di tengah, karena jalur kirinya banyak lubang-lubang. Sementara, besaran sepeda kita itu cuma 25 mm, atau 20 cm. Hampir 25 mm. Jadi kecil sekali itu ban kita. Sehingga kalau ada lubang-lubang yang mengganggu atau getaran tinggi, di stang, kita pasti hindari itu. Sehingga, jadilah kita mainnya agak ke tengah, gitu. Nah, mungkin PU bisa membantu agar yang lubang-lubang, itu ditutup. Dirapikan, sehingga lebih nyaman. Kita tidak akan main ke tengah, kita tetap di jalur kiri. Banyak, berapa titik ya, di jalan-jalan seperti Gatot Subroto, itu juga masih ada gitu lho," lanjutnya.

Para pegiat olahraga road bike merasa kesulitan jika harus melewati jalur yang berlubang. Jalan yang berlubang akan mengganggu perjalanan sehingga menjadi alasan berpindahnya pesepeda ke jalur lain.

Diketahui lintasan sepeda yang sebelumnya disediakan pemerintah dianggap kurang pas untuk olahraga road bike karena fokus ke arah kecepatan. Hal ini yang memicu reaksi usai viral peleton road bike melaju di jalan raya dan dianggap menghalangi pengendara lainnya.

"Di jalur sepeda yang telah dibuat pemerintah, bagus sekali itu ya. Cuma kan itu untuk 25 km/jam, maksimum 25 km speed-nya. Sementara teman-teman road bike itu bisa 40 off 50 km speed-nya. Sehingga, jalur yang kecil itu, kemungkinan mohon maaf, belum bisa dipergunakan sama kita," jelas Tino.

Selain menyoroti ketersediaan jalur, para peseda juga disarankan untuk lebih bijak saat melintas. Terlebih jalan yang ada diperuntukkan untuk semua kalangan, mulai pejalan kaki, pesepeda, pemotor, hingga mobil.

Tak hanya berfokus pada kecepatan, para pesepeda juga harus mempertimbangkan keselamatan saat di jalan. Penggunaan perlengkapan, seperti helm dan sarung tangan, juga jadi yang harus diperhatikan.

Pemilihan jalur yang tepat juga perlu dipersiapkan demi keamanan pesepeda road bike.

"Pemilihan jalur, kalau kawan-kawan yang kebetulan dia mau langsung kerja, berarti dia nggak pakai, kadang-kadang dia bawa mobil kan. Kumpul di satu meeting point, gitu lho. Misalkan kadang di Senayan, misalkan ada yang di Kemayoran, misalkan ada yang di Pulomas, ada yang di mana, itu kumpul dengan kendaraan mobil. Tapi kalau dari rumah, jalan, mereka udah punya jalan, sudah berpikir gua lewat sini, aman nggak, oh saya lewat sini aman nggak, oh di sini banyak jalannya terang. Oh di sini jalannya halus. Oh di sini gelap. Jadi saya nggak, dia musti ngehindarin jalan itu. Itu seorang penyepeda, dia harus bisa memilih jalan yang terbaik untuk keamanan pribadi dia yang pertama, sampai pada tempat meeting point di mana dia dan kelompoknya ada," saran Tino.

Simak video 'Road Bike di Jalur Sudirman-Thamrin Akan Diuji Coba Sepekan':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)