Sempat Salah Tilang Moge Ducati, Polisi Buka Ruang Diskusi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 18:54 WIB
Ilustrasi Polisi Lalu-lintas (Polantas)
Ilustrasi Polantas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengakui sempat ada kesalahan saat menilang 14 pengendara motor gede (moge) Ducati di Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus). Meski demikian, polisi menyatakan membuka ruang untuk diskusi.

Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan diskusi itu dibuka bagi belasan pemotor yang merasa knalpotnya standar dan tidak layak ditilang. Sejauh ini baru ada satu pemotor yang telah berdiskusi dengan jajarannya.

"Silakan kalau memang keberatan karena merasa (knalpot) standar, jangan segan-segan datang ke Polda. Karena kita juga welcome untuk berdiskusi," kata Argo saat dihubungi detikcom, Senin (7/6/2021).

Penilangan itu terjadi di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakpus, pada Minggu (6/6) pagi. Saat itu ada 14 kendaraan motor Ducati yang terjaring razia knalpot bising.

Petugas di lokasi menilai secara kasat mata knalpot yang digunakan belasan pemotor tersebut bising dan memekakkan telinga. Atas dasar itu, pihaknya melakukan penilangan di lokasi kepada 14 pemotor tersebut.

"Pada saat awal memang berisiklah intinya. Anggota inisiatif aja memberhentikan dan memeriksa. Cuman kan tidak semua kompetensi anggota tahu nih, dia cuman mendengarkan secara kasat mata karena bunyinya kenceng-kenceng," terang Argo.

Dia menambahkan, penindakan itu dilakukan untuk menciptakan sikap adil kepada semua pengendara motor yang terindikasi melakukan pelanggaran aturan lalu lintas.

"Intinya anggota di jalan itu adalah situasional dan mempertimbangkan asas keadilan dan tidak hanya kendaraan yang kecil, tapi motor-motor besar juga kita perlakukan yang sama karena tidak ada pilih kasih," kata Argo.

"Jangan sampai nanti ada yang merasa mentang-mentang motor kalangan menengah ke bawah bisa ditilang. Tapi yang motor kalangan atas kok nggak pernah dilakukan penindakan," katanya lagi.

14 Pemotor Ducati Ditilang

Untuk diketahui, polisi sempat menilang 14 pemotor Ducati di Senayan, Jakpus, karena pelanggaran knalpot bising. Belakangan, polisi mengakui sempat ada kesalahan dalam proses penilangan tersebut.

"Ada memang beberapa yang miskomunikasi dengan anggota. Jadi kami kembalikan lagi surat-surat yang bersangkutan setelah dilakukan pengecekan fisik (kendaraan) di kantor," ujar Argo.

Dari 14 pemotor Ducati yang ditilang itu, satu pemotor mendatangi Satpatwal Ditlantas Polda Metro Jaya untuk berdiskusi dengan kepolisian. Pemotor itu menjelaskan knalpotnya sesuai standar aturan.

"Kita wadahi setelah kita dikomen di IG Patwal itu kita undang ke Polda kita mediasi. Kita lihat motornya kita bandingkan akhirnya ada satu kendaraan yang kita kembalikan," pungkas Argo.

(ygs/jbr)