Eks Anak Buah Juliari Buka-bukaan soal Aliran Fee Miliaran Bansos Corona

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 18:30 WIB
Terdakwa korupsi, mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyimak keterangan saksi Matheus Joko Santoso (MJS) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Senin (7/6/2021).
Sidang eks Mensos Juliari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos terkait Corona, Matheus Joko Santoso, buka-bukaan terkait fee yang diterima mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Joko mengaku dia mengumpulkan fee bansos Corona dari vendor bansos.

Joko mengungkapkan, dia mendapat perintah memungut fee Rp 11 ribu dengan rincian Rp 10 ribu disetor ke Juliari dan Rp 1.000 digunakan untuk operasional Juliari beserta tim Kemensos.

Pada tahap awal, yakni tahap 1, 3, 5, 6, dan komunitas penyaluran bansos, Joko mengumpulkan fee dari vendor bansos Rp 19,132 miliar. Pada tahap pertama, Joko mengaku menyerahkan uang Rp 11,2 miliar ke Juliari.

"Realisasi yang saya laporkan berdasarkan yang sudah saya terima sejumlah Rp 14,5 miliar untuk setoran, kemudian fee operasional Rp 5,117 miliar total (yang diterima Joko) Rp 19,132 miliar, itu di putaran pertama dan kita sudah serahkan ke Pak Menteri Juliari Rp 11,2 miliar," kata Joko saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (7/6/2021).

Joko mengaku Rp 11,2 miliar itu diberikan secara bertahap sebanyak lima kali. Dia juga mengatakan sisa uang yang diterimanya masih disimpan.

"Untuk fee yang diserahkan Juliari sebanyak lima kali sejumlah total Rp 11,2 miliar. Ada sisa fee tersebut sebanyak Rp 2,815 miliar masih saya simpan di koper. Untuk fee operasional disampaikan Rp 4,825 miliar dan ada sisa Rp 2,9 miliar saya simpan," ungkap Joko.

Joko kemudian mengungkapkan duit yang dikumpulkan pada putaran kedua, yakni tahap 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. Dia mengaku menerima Rp 12,5 miliar. Dari jumlah itu, Rp 3,5 miliar diserahkan ke Juliari dalam dua tahap.

Tahap pertama diserahkan ke kuasa pengguna anggaran (KPA) bansos Adi Wahyono senilai Rp 1,5 miliar pada Agustus 2020. Kedua, penyerahannya pada November 2020 sewaktu Juliari melakukan kunjungan ke Kendal, Jawa Tengah.

"Di putaran dua tersebut dikeluarkan untuk penyerahan Juliari sebanyak dua kali, di bulan Agustus Rp 1,5 miliar. Saya serahkan di ruangan Adi Wahyono di lantai 1 kemudian setelah uangnya siap, Pak Adi hubungi Pak Eko (ajudan Juliari, Eko Budi Santoso) untuk teknis gimana serahkan uang tersebut, kemudian Pak Eko datang turun ke lantai 1 sehingga penyerahan uangnya di ruangan Pak adi," ucap Joko.

Dia juga menyebut ada fee Rp 2 miliar yang diserahkan di Bandara Halim Perdanakusuma. Joko mengaku menyerahkan uang dalam bentuk dolar Singapura.

"Di pagi hari di parkiran mobil VVIP saya serahkan ke Pak Adi langsung. Saat itu saya dengan sopir saya Sanjaya, uangnya diserahkan dalam paper bag batik amplop cokelat dalam bentuk Singapura dolar, setelah saya serahkan karena mau berangkat saya tinggalkan Pak Adi," kata Joko.

Joko mengaku tidak ikut ke Kendal, Semarang. Dia mengatakan yang ikut hanya Adi Wahyono, tim teknis menteri Kukuh Ary Wibowo, dan ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso.

Merujuk pernyataan Joko, jika ditotal penyerahan pertama Rp 11,2 dan penyerahan kedua Rp 3,5 miliar, maka Juliari menerima fee bansos lewat Joko sebesar Rp 14,7 miliar.