Doa Keluar Rumah Dilengkapi Adab dan Keutamaannya

Rahma Indina Harbani - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 15:39 WIB
Infografis doa mohon ampunan
Foto: Andhika A/detikcom
Jakarta - Sebelum memulai aktivitas seperti keluar rumah, sebaiknya umat muslim mengawalinya dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan membaca doa keluar rumah. Bagaimana bacaannya?

Sebelum masuk dalam bacaan doa keluar rumah, perlu diketahui menurut buku Tawakal Bukan Pasrah yang ditulis oleh H. Supriyanto, Lc., M.S.I, doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang terkait dengan tawakal kepada Allah.

Sebab bagaimana pun yang terjadi, seorang manusia adalah makhluk yang lemah dan terus membutuhkan pertolongan dari Allah, utamanya dalam menjaga konsistensi tawakal kepada Allah SWT.

Orang yang tawakal mendapat lindungan dari Allah pun termaktub dalam QS An Nahl ayat 99 yang berbunyi:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Bacaan latin: Innahụ laisa lahụ sulṭānun 'alallażīna āmanụ wa 'alā rabbihim yatawakkalụn

Artinya: "Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan."

Berikut ini bacaan doa keluar rumah yang dilansir dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani dilengkapi dengan arti dan bacaan latinnya.

Doa Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Bacaan latin: "Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah"

Artinya: "Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal (berserah diri) kepada Allah, tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah." (HR. Turmudzi dari Anas bin Malik).

Bacaan doa keluar rumah lainnya adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Bacaan latin: Allahumma inni a-'udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya".

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain." (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

Melansir dari buku Studi Fiqh Ibadah Lapangan: Kaidah Alam karya Tim Penulis Buku Fiqih Ibadah Lapangan Matagira, berikut ini adalah adab yang tepat dilakukan saat berpergian.

Adab Berpergian

1. Memiliki tujuan yang jelas


Sebelum memulai perjalanan, sebaiknya perjelas tujuan kita apakah itu bermanfaat atau memberi mudharat. .

Niatkanlah dengan tujuan yang baik dan bermanfaat. Jangan melakukan perjalanan yang melemahkan iman.

2. Berdzikir selama perjalanan

Perbanyak berdzikir untuk mengingat Allah dalam sebuah perjalanan. Hal itu dapat menambah pahal dan melindungi diri kita dari godaan setan.

Jika menanjak dan menurun adalah suatu medan yang pasti akan kita temui dalam perjalanan. Contohnya ketika naik gunung dan turun gunung. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar RA, ia berkata:

"Adalah Rasulullah SAW dan pasukannya apabila naik ke tempat tinggi mereka bertakbir. Jika turun mereka bertasbih." (HR Abu Daud).

3. Perempuan ditemani mahram

Nabi Muhammad melarang perempuan untuk bepergian tanpa mahram. Bahkan Rasul menyuruh sahabat untuk menemani istrinya pergi haji.

Perempuan juga bisa pergi dengan rombongan. Hal ini akan melindungi dari fitnah jika terjadi sesuatu pada dirinya.

4. Bersegeralah pulang ketika usai

Jika dalam perjalanan urusan telah usai segeralah pulang. Bukan berarti dilarang menikmati perjalanan.

Karena sesungguhnya dalam perjalanan kita telah meninggalkan sanak saudara dan keluar dari zona nyaman. Kita akan sering menemui kesulitan ketika berada dalam perjalanan. Hal ini tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

"Safar adalah sebagian dari azab. Karena dalam safar mencegah salah seorang dari kalian makan, minum, dan tidur. Maka bila telah selesai urusannya, segeralah pulang ke keluarganya." (HR Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Doa Keluar Rumah

Dengan membaca doa keluar rumah, umat muslim bisa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan terhindar dari godaan setan selama beraktivitas.

Keutamaan doa keluar rumah berdasarkan Quran surat At-Talaq ayat 3, Allah SWT berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Bacaan latin: wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā

Artinya: "Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Selain itu, menurut buku Jangan Lelah Berdoa! karya Nasrudin Abd. Rohim, keutamaan doa keluar rumah juga dikisahkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW pernah mengatakan keutamaan dari bacaan doa keluar rumah.

"Apabila seseorang keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca doa, 'Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah', maka disampaikan kepadanya, 'Kamu diberi petunjuk, dicukupkan kebutuhanmu, dan kamu dilindungi.'

One day one hadits doa keluar rumahOne day one hadits doa keluar rumah Foto: Andhika A/detikcom

Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, 'Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Nah, sahabat hikmah jangan lupa baca doa keluar rumah ya sebelum berpergian! (erd/erd)