BNN Usul Tambah Anggaran Rp 1,2 T, Ada untuk Bangun Studio Podcast

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 15:30 WIB
Gedung BNN
Gedung BNN (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan adanya penambahan anggaran untuk tahun anggaran 2022. Usulan tambahan anggaran itu senilai Rp 1,2 triliun lebih.

"Kami menyadari bahwa keuangan negara saat ini masih belum kembali normal, namun dari hasil identifikasi internal BNN RI membutuhkan tambahan anggaran 2022 sebesar Rp 1.238.783.309.000. Sehingga apabila ditotalkan anggaran sesuai pagu indikatif tahun 2022 maka BNN RI dapat mengoptimalkan program dan kegiatan tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp 2.839.968.199.000," kata Kepala BNN, Komjen Petrus Reinhard Golose dalam rapat Komisi III, kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Komjen Petrus Golose kemudian menjelaskan secara rinci usulan tambahan anggaran tersebut. Bidang pencegahan ada usulan tambahan anggaran untuk podcast.

"Adapun rincian usulan kekurangan anggaran tersebut adalah sebagai berikut, pada bidang pencegahan usulan kekurangan anggaran sebesar Rp 25,7 miliar akan digunakan untuk pembentukan 414 desa bersih narkoba (Bersinar), serta pembangunan Podcast Studio Cegah Narkoba," ujarnya.

BNN mengusulkan penambahan anggaran untuk tahun anggaran 2022 sebesar Rp 1,2 triliun lebih (dok YouTube DPR RI)BNN mengusulkan penambahan anggaran untuk tahun anggaran 2022 sebesar Rp 1,2 triliun lebih (dok YouTube DPR RI)

Bidang pemberdayaan masyarakat usulan kekurangan anggaran sebesar Rp 57,1 miliar untuk kegiatan advokasi kebijakan di kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba di 414 wilayah. Usulan anggaran tersebut juga untuk program alternative development pada 101 kelompok masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Bidang rehabilitasi usulan keuangan anggaran Rp 68,8 miliar akan digunakan untuk mempersiapkan operasional layanan rehabilitasi di 34 BNNP. Serta layanan rehabilitasi di balai rehabilitasi.

"Pada bidang pemberantasan usulan kekurangan anggaran sebesar Rp 1 triliun akan digunakan untuk kebutuhan peralatan pendukung intelijen, incenerator alat pemusnah narkoba, penambahan biaya berkas perkara tindak pidana narkotika, peralatan pendukung, serta dukungan operasional," ucapnya.

Bidang SDM diusulkan anggaran sebesar Rp 14,9 miliar untuk pelatihan. Bidang penelitian, data, dan informasi diusulkan Rp 60,7 miliar untuk pengembangan data, peningkatan data center, serta penelitian.

Lihat juga video 'BNN Kobarkan Semangat Lawan Narkoba Lewat Lagu':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/jbr)