Kapolri Ungkap 5 Manajemen Kontinjensi di 13 Zona Merah COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 12:32 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok Humas Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan telah menyiapkan beberapa manajemen kontinjensi terkait penanganan pandemi COVID-19 di 13 zona merah kabupaten/kota. Manajemen pertama adalah penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster.

Dalam keterangannya, Senin (7/6/2021), Kapolri Sigit menyatakan poin pertama, yakni penjagaan dan patroli lokasi PPKM Mikro atau desa oleh personel Polri dengan penambahan pasukan dari polda dan Mabes Polri sesuai pembagian zona masing-masing.

"Langkah manajemen kontinjensi, polda buat supervisi dari pejabat ke polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan," kata Sigit.

Selanjutnya adalah manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Personel TNI-Polri akan melakukan percepatan swab PCR setelah ada warga yang dinyatakan reaktif dalam swab antigen.

"Bagi warga yang positif swab antigen dilakukan tes swab RT-PCR per 5 hari baik yang gejala maupun OTG. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus Corona ke orang lain," ujar eks Kapolda Banten itu.

Manajemen ketiga adalah manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil laboratorium. Ada upaya tertentu demi mempercepat pengujian laboratorium.

"Dengan adanya bantuan dari laboratorium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari," kata Sigit.

Penyiapan manajemen pasien yang reaktif atau positif dengan penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke Rumah Sakit (RS) juga dilakukan. Untuk masyarakat Jawa Tengah yang melakukan isolasi mandiri, nantinya langsung dievakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

Contoh terkait manajemen ini seperti di Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila lokasi itu penuh, warga yang positif dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman wali kota 200 tempat tidur, dan Gedung Islamic Center 150 tempat tidur.

"Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah, digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri," ujar Sigit.

Yang terakhir, Sigit memaparkan manajemen evakuasi bila warga yang positif sudah semakin banyak ataupun jika klaster keluarga meluas. Seluruh manajemen kontinjensi ini disebutkan sebagai upaya mencegah penyebaran klaster Corona seperti kasus di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Selain itu, Kapolri Sigit meminta masyarakat, khususnya di Kudus, betul-betul menegakkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari, terutama kedisiplinan penggunaan masker. Sigit menekankan penggunaan masker dengan disiplin dapat menekan angka penyebaran virus SARS-CoV-2 itu.

"Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular COVID-19 adalah menggunakan masker," kata dia.

Mantan Kabareskrim itu juga meminta wilayah sekitar Kabupaten Kudus menyiapkan ancang-ancang manajemen kontinjensi demi mencegah penyebaran Corona.

"Yang lain mempersiapkan kontinjensi plan utamanya yang berbatasan dengan Kudus. Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat dan masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama 5 hari, dan hasilnya akan dievaluasi," kata Sigit.

Simak video 'Corona Meningkat Usai Mudik, Kapolda Metro Lepas Tim Pemburu COVID':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/idh)