Kapolri: Kepercayaan Publik ke Polri Versi Survei Alvara 86,5 Persen

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 19:45 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Humas Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan tingkat kepercayaan publik pada Polri versi survei Alvara mencapai 86,5 persen. Sementara, lanjut dia, tingkat kepuasan publik di angka 82,3 persen.

"Capaian kinerja 100 hari Kapolri, secara umum mencapai 100%. Berdasarkan survei Alvara, tingkat kepercayaan masyarakat 86,5 persen dan tingkat kepuasan 82,3 persen," ujar Sigit.

Hal itu diutarakan saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) gabungan Divisi Hukum (Divkum), Divisi Humas, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) serta Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021).

Sigit juga memberi apresiasi kepada empat divisi itu lantaran dinilai sudah melakukan beberapa inovasi. Sigit menyebut Divkum Polri melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) secara virtual tahun ini dengan 228 peserta.

Sigit juga mengatakan ada pengembangan pada sistem Divisi Hukum yang terintegrasi dengan Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum Nasional (JDIHN).

Untuk Divisi Humas Polri, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan tercapainya peluncuran Polri TV dan Radio. Menurutnya, itu bentuk implementasi program penguatan sistem komunikasi publik.

Sigit juga menyampaikan adanya Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) yang bertujuan mempermudah masyarakat dan media membuat berita seputar Polri.

"Jumlah penonton rata-rata per hari adalah 1.700 penonton, dengan penonton tertinggi dalam satu hari berjumlah 21.420 penonton," tutur Sigit.

Untuk Divisi Hubinter Polri, masih jelas Sigit, diinstruksikan agar segera mengkaji pengajuan penempatan baru Staf Teknis Polri (STP) pada wilayah yang berpotensi meningkatkan konstelasi kejahatan transnasional. "Pembuatan peraturan tata cara permintaan bantuan dalam penanganan kejahatan lintas negara. Peningkatan kompetensi dan integritas personel yang berdinas di luar negeri," imbuh Sigit.

Apresiasi juga ditujukan pada Div TIK yang dinilai oleh Sigit telah mengoptimalkan command center di 26 polda dan 36 polres. Sigit menjelaskan, Div TIK juga mengoptimalkan monitoring center di 1 polda dan 236 polres.

Sigit meminta Divisi TIK menyiapkan pembangunan big data Polri, lalu menyempurnakan layanan polisi 110 yang telah terpasang di 420 titik, yaitu 1 Mabes Polri, 32 polda, 387 polres kota dan metro. Dan yang belum terpasang ada 107 titik, yaitu 2 polda dan 105 polres.

"Terus pertahankan dan ditingkatkan dengan menggali terobosan kreatif," ujar Sigit.

(aud/aud)