Beda dari Gula Aren, Ini Proses Pembuatan Gula Jawa Khas Magelang

Inkana Putri - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 12:24 WIB
gula jawa
Foto: Inkana Putri
Magelang -

Gula jawa atau gula merah sering kali disamakan dengan gula aren. Padahal, bahan baku pembuatan kedua gulanya pun berbeda satu dengan yang lainnya. Pembuat gula jawa asli di Desa Karangrejo, Magelang, Agus menyampaikan bahan dasar gula jawa merupakan nira atau cairan dari bunga kelapa.

"Ini gula jawa atau gula dari nira kelapa. Bahan dasarnya kita dihasilkan dari bunga kelapa," ujarnya kepada detikcom, Minggu (6/6/2021).

Soal proses pembuatan, Agus bercerita awalnya bunga kelapa diambil dari atas pohon setiap pagi dan sore. Kemudian, bunga tersebut dipotong sebesar satu jengkal hingga meneteskan air yang disebut nira. Adapun satu pohon kelapa biasanya dapat memproduksi sekitar 10 liter air nira.

"Ini kita mengambilnya dari atas pohon. Kita manjat tiap pagi sama sore. Nanti ini dipotong kurang lebih satu jengkal dan dia akan meneteskan air yang disebut nira atau legen. Satu pohon itu menghasilkan kurang lebih satu liter air. Jadi kurang lebih kita memasak itu 10 liter air nira," katanya.

Air nira, lanjut Agus, kemudian dituang ke dalam kuali besar dan dimasak hingga berwarna kecoklatan. Usai mendidih, selanjutnya adonan gula jawa tersebut diaduk sekitar 1,5 jam hingga 2 jam dan harus diaduk satu arah. Jika telah mengental, adonan tersebut kemudian dicetak dengan menggunakan batok kelapa.

"Setelah dari pohon dituang di kuali dan dimasak selama kurang lebih dua jam dan ini akan berubah coklat dengan sendirinya. Dan ini gak boleh kena api langsung, jadi apinya dinyalakan dari tungku yang satunya. Setelah mendidih itu diaduk sekitar 1,5 jam sampai 2 jam kayak kita membuat jenang," katanya.

"Aduknya harus searah kalau ke kanan ya kanan, ke kiri ya kiri. Nanti kalau sudah mengental alat cetaknya juga harus pakai batok
dicetak pakai batok kelapa sudah mengering sekitar 15 menit. Nggak boleh pakai alat yang lain karena kurang bagus hasilnya," imbuhnya.

Dari 10 liter air nira kelapa, Agus menyebut bisa menghasilkan 2,5-3 kg gula jawa. Adapun 1 kg ada 8-12 batok tergantung besar kecilnya batok kelapa.

Soal rasa, Agus mengungkapkan gula jawa buatan desanya punya rasa yang berbeda dengan gula jawa lainnya. Terlebih gula yang ia produksi masih asli dan tanpa campuran apapun. Selain itu, gula jawa juga punya kandungan glukosa paling rendah dibanding gula lainnya.

"Rasanya di sini masih ada gurih-gurihnya kalau di daerah lain mungkin sudah didaur ulang untuk memperbanyak produksi jadi dicampur dengan gula pasir atau tepung kanji. Sehingga rasanya juga beda," ungkapnya.

"Kalau aren lebih manis dari gula kelapa. Terus kandungan glukosa kalau gula kelapa cuma 30%, gula aren 40% kalau gula tebu atau gula putih 60%," tambahnya.

Soal santap menyantap gula jawa, Agus pun mengatakan biasanya gula jawa disantap berbarengan dengan teh tawar. Di desanya, hidangan ini dinamakan dengan teh 'kletus' gula jawa. Adapun kletus berarti digigit.

Teh ini dulunya dikonsumsi oleh mbah-mbah pada zaman dahulu sebelum pergi ke sawah sebagai sarapan. Apalagi gula juga merupakan sumber energi. Di samping itu, teh kletus ini juga punya filosofi menarik yang menggambarkan hasil yang manis usai pahit menjalani tantangan hidup.

"Ini nikmatnya sambil minum teh tawar atau teh kletus gula jawa. jadi digigit gulanya baru diminum tehnya. Ini juga ada filosofinya yaitu berpahit-pahit dahulu bermanis-manis kemudian. Jadi, pertama minum teh tawar dulu, lalu ngeletus gula. Jadi, hidup itu berpahit-pahit dahulu baru kita menuai dengan manisnya," jelasnya.

gula jawagula jawa Foto: Inkana Putri


Di desa ini, pengunjung juga bisa menikmati teh kletus atau melihat langsung proses pembuatan gula jawa dengan paket wisata yang dihadirkan melalui fitur tiket ToDo di tiket.com. Selain Desa Wisata Gula Jawa, ada banyak desa wisata berbau kuliner lainnya di Magelang yang juga dapat dikunjungi seperti Desa Wisata Madu, Desa Wisata Rengginang dan lainnya.Tertarik untuk mencoba gula jawa asli asal Desa Karangrejo? Gula jawa di sini dijual seharga Rp 20 ribu untuk 250-300 gram. Sementara untuk gula semut atau brown sugar seharga Rp 25 ribu.

Attraction Manager tiket.com, Nila Veronica mengatakan saat ini tiket.com memang telah menghadirkan fitur tiket To Do untuk memudahkan customer menentukan destinasi wisata, termasuk di desa wisata sekitar Magelang.

"Tiket ToDo kita relaunch tahun lalu di bulan April. Kalau di sekitar Yogya lebih banyak ke attraction kayak candi, show, ada tours juga macem-macem misalnya wisata VW atau sepeda. Customer di Tiket ToDo bisa search ada apa saja yang ingin dicoba. Jadi kita mau mempermudah partner dan customer," tandasnya.

(mul/ega)