Tekan Pengangguran, BLK Komunitas Diminta Sinergi dengan Industri

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 18:44 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginstruksikan pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas untuk bersinergi dengan dunia industri sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Menaker Ida Fauziyah menilai dengan adanya sinergi, lulusan BLK akan dapat memiliki keterampilan yang memadai dan lebih mudah terserap pasar kerja.

"Kita dorong BLK Komunitas untuk bergandengan tangan dengan dunia usaha dunia industri untuk mempercepat pengurangan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi para lulusannya," kata Ida dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6/2021).

Ida mengatakan melalui sinergi yang dilakukan nantinya peserta lulusan pelatihan yang telah sesuai kebutuhan industri dapat dipastikan lebih mudah terserap. Menurutnya, program pelatihan vokasi ini akan mengurangi biaya pelatihan/training dan investasi SDM bagi industri, sehingga tercipta simbiosis mutualisme antara BLK dan industri.

Adapun bentuk sinergi dan kolaborasi yang dapat dilakukan antara lain mengenai informasi pasar kerja, pengembangan kurikulum dan pengajaran, pengembangan standar kompetensi kerja dan kualifikasi nasional, sertifikasi kompetensi, On the Job Training (OJT), peningkatan keterampilan wirausaha, pengembangan training center di industri, serta menjadi co-manage lembaga pelatihan.

Lebih lanjut, Ida mengungkap pihaknya menjadikan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar saat ini. Hal ini dilakukan dalam upaya memperkuat pelatihan vokasi sebagai program unggulan peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Ia pun mengatakan arah kebijakan program transformasi BLK adalah mengubah secara total BLK sebagai Balai Pelatihan Vokasi. Ida berharap BLK dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Lebih lanjut, Ida mencontohkan Kemnaker membangun BLK Komunitas di sekitar lokasi Danau Toba sebagai dukungan penyediaan SDM pekerja pariwisata untuk memajukan pariwisata Danau Toba. Ia menyampaikan agar keberadaan BLK Komunitas ini harus disinergikan dengan dunia industri pariwisata di sekitarnya.

Selain itu, Ida juga menyebut sejumlah pihak yang penting dijadikan mitra dengan BLK Komunitas di bidang pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta asosiasi tour guide. Menurutnya, hal ini penting dilakukan guna mengetahui standar pelayanan yang baik terhadap konsumen atau turis.

"Taruhlah BLK Komunitas yang ada di Simalungun tidak gandengan tangan dengan hotel yang ada di Parapat, dia tidak tahu bagaimana sebaiknya melatih housekeeping sesuai standar hotel yang benar. Begitu juga kalau tidak gandeng asosiasi tour guide, bagaimana BLK Komunitas tour guide ini bisa melatih anak-anak kita di situ tentang bagaimana sejarahnya, bagaimana meletusnya gunung itu," terangnya.

Ia pun menilai Danau Toba sebagai salah satu wisata super prioritas, yang menjadi fokus pembangunan bagi pemerintah, memiliki keunikan tersendiri. Sebab di wilayah ini terdapat wisata gunung dan air.

"Jadi kita berharap banyak dari Danau Toba ini sangat berharap BLK Komunitas dapat berperan secara maksimal dalam menciptakan SDM yang berkompeten," ucapnya.

Ida pun mengungkap telah berdiri 2.127 lembaga BLK Komunitas yang tersebar di lembaga keagamaan sejak tahun 2017. Adapun persebarannya meliputi pondok pesantren, seminari, damaseka, pasraman, dan komunitas serikat pekerja/serikat buruh yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum BPP PHRI bidang SDM dan Sertifikasi SDM, Sertifikasi Usaha, Retno Kusumayanti turut menyatakan dukungan atas kolaborasi antara BLK Komunitas dengan pihaknya dalam program pemagangan.

Retno berharap dunia pariwisata khususnya hotel dan restoran yang terdampak COVID-19 dapat kembali pulih lewat adanya program pemagangan tersebut.

"Jadi mudah-mudahan dengan sinergi program pemagangan ini membantu kebangkitan untuk industri pariwisata agar bisa kembali kepada situasi sediakala," kata Retno.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Kemnaker mengadakan Sosialisasi Program BLK Komunitas Bidang Pariwisata Danau Toba di BBPLK Medan, Sumatera Utara. Acara ini turut dihadiri oleh Pakar P3MI, Reyna Usman dan Anggota DPRD Sumatera Utara, Leso Mena.

(ncm/ega)