In Memoriam (3)

Mochtar Kusumaatmadja, di Antara Catur dan Cerutu

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 16:57 WIB
Mantan Menlu Prof Mochtar Kusumaatmadja
Prof Mochtar Kusumaatmadja, di Antara Catur dan Cerutu (Grafis: Kiagoos Auliansyah)
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia, Minggu (6/6/2021) di kediaman Jalan Balitung III No 2 Senopati, Jakarta Selatan. Pakar hukum laut internasional yang pernah menjadi Rektor Universitas Padjadjaran itu dikenal gemar bermain catur. Dia pernah memimpin Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) sejak 1986, menggantikan Gubernur Jawa Timur Wahono.

Dia mengaku, selain karena gemar dan diminta para pengurus, bersedia memimpin organisasi 'asah otak' itu sebagai variasi di tengah kesibukannya berdiplomasi. "Juga supaya bisa awet muda," dia berseloroh kepada Toriq Hadad dari Tempo. Toriq, yang berpulang pada 8 Mei lalu, diketahui pernah meladeni Mochtar bermain catur di ruang kerjanya, Departemen Luar Negeri, Pejambon - Gambir.

Sejumlah tokoh yang menyokong dipilihnya Mochtar Kusumaatmadja kala itu antara lain berharap agar sang Menlu bisa memfasilitasi sejumlah atlet catur berbakat bertanding ke luar negeri untuk meraih grandmaster. Meski berjanji akan membantu, Mochtar menyatakan hal itu bukan tujuan utama kesediaannya mengurusi catur. Dia mengaku tak habis pikir kenapa permainan catur seperti kurang diminati. Padahal olah raga yang satu ini tak butuh halaman luas. Juga tak butuh perlatan bagus dan serba mahal. "Ini olah raga murah," ujarnya.

Hal lain yang menjadi ciri khas Mochtar Kusumaatmadja adalah cerutu. Entah mulai kapan persisnya, dia diketahui dalam momen-momen tertutup suka mengisap cerutu. Sang adik, Sarwono Kusumaatdja memastikan cerutu yang diisap dan menjadi koleksi Mochtar umumnya dibeli saat dia bertugas di luar negeri. Sebagai adik, dia mengaku pernah menerima oleh-oleh cerutu. Tapi kualitasnya tak sebaik untuk para kolega dan teman-teman Mochtar.

"Kalau dia bawa cerutu dari luar negeri dia bilang yang paling mahal buat Ali wardhana (Menteri Keuangan), lumayan mahal buat Jusuf Wanandi (cendekiawan di CSIS). Buat lu nih. Dia kasih saya cerutu yang paling murah, he-he-he," kenang Sarwono.

Simak juga 'Wimar Witoelar dan Deretan Buku yang Jadi Hasil Karyanya':

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)