6 Juni, Mengenang Kelahiran Sang Proklamator

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 16:35 WIB
1945:  Indonesian statesman Achmed Sukarno (1902 - 1970), first president of the Indonesian Republic formed in 1945.  (Photo by Express/Express/Getty Images)
Presiden RI, Soekarno (Foto: Keystone/Hulton Archive/Getty Images)
Jakarta -

Bapak Proklamator RI, Ir Soekarno lahir 6 Juni 1901 di kota Surabaya. Hari kelahirannya itu sejak era reformasi kerap diperingati dengan berbagai cara, bahkan Juni kemudian ditetapkan sebagai 'Bulan Bung Karno.

Detikcom merangkumkan sejumlah informasi tentang Soekarno, khusus di hari kelahiran sang proklamator yang jatuh pada 6 Juni:

Biografi Singkat Soekarno

Dikutip dari Seri Buku TEMPO: Bapak Bangsa Sukarno, sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben berasal dari Singaraja, Bali. Sang ayah, Raden Soekemi Sosrodihardjo dari Probolinggo, Jawa Timur.

Soekarno sempat belajar di sekolah dasar milik Belanda hingga kelas lima. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS), sekolah Eropa berbahasa Belanda di Surabaya.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Bung Karno di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Bung Karno di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Foto: Grandyos Zafna

Pada 1915. Soekarno masuk Hoogere Burger School dan berhasil menyelesaikan HBS dalam 5 tahun saja. Semasa di HBS, da tinggal dengan gurunya, Hos Tjokroaminoto yang juga Ketua Sarekat Islam.

Bergurunya Soekarno ke Tjokroaminoto menjadi gerbang perkenalan dirinya dengan politik. Ia pun kenal dengan sejumlah tokoh senior pergerakan.

Tak hanya mulai mengenal politik, Soekarno juga terbiasa menulis. Pada 21 Januari 1921, artikel pertamanya terbit di halaman koran Oetoesan Hindia milik Sarekat Islam, setelahnya ia pun rutin menulis menggantikan Tjokro.

Di tahun yang sama, Soekarno melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi teknik (TechnischeHooge School)-Institut Teknologi Bandung dengan jurusan Teknik Sipil. Dia lulus dengan gelar insinyur pada 25 Mei 1926.

Meski lulus sebagai insinyur, Soekarno memiliki minat yang cukup tinggi terhadap arsitektur. Salah satu karya arsitekturnya yang terkenal, yakni Hotel Priangan, Bandung.

Soekarno Berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia

Gerak politik Soekarno berlanjut dengan mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) di Bandung pada 4 Juni 1927. PNI bertujuan mengusahakan kemerdekaan Indonesia, dengan slogan merdeka sekarang juga.

Pada kongres PNI 1928, gerakan itu kemudian berubah haluan menjadi partai yang dinamai Partai Nasional Indonesia. Desember 1928, Soekarno dan tokoh PNI lainnya kemudian ditangkap oleh Belanda karena dianggap merencanakan pemberontakan.

Penangkapan terhadap Soekarno tak hanya terjadi satu kali. Pada 1 Agustus 1933, dia ditangkap lagi dengan tuduhan melakukan kegiatan menyebarkan pikirannya yang revolusioner dan menantang Belanda. Soekarno pun dibuang ke Ende, Flores pada 1934 dan dipindahkan ke Bengkulu pada 1937.

Meski kerap ditangkap oleh pemerintah Belanda, nyali Soekarno tak kunjung surut. Ia bahkan jadi salah satu saksi bisu proklamasi kemerdekaan.

Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda di Rengasdengklok untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun Soekarno memilih tanggal 17 Agustus 1945 karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Proklamasi Kemerdekaan pun dilakukan pada 17 Agustus 1945. Kemudian pada 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Soekarno menjadi Presiden pertama Republik Indonesia, sementara Hatta menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970 dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Simak juga 'Resmikan Patung Bung Karno, Megawati: Api Perjuangan Kembali Bergelora':

[Gambas:Video 20detik]