Menerka Makna Prananda Tampil Dampingi Mega, Terkait Capres?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 16:30 WIB
Muhammad Prananda Prabowo (lahir 23 April 1971; umur 44 tahun) atau yang biasa dipanggil Prana adalah Politikus Indonesia dari PDI-Perjuangan. Ia juga Cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan putra kedua Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri dari suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso.
Prananda Prabowo (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Kehadiran Prananda Prabowo mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam peresmian patung Presiden RI ke-1 Sukarno di depan gedung utama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hari ini menyita perhatian. Mengapa bukan Puan Maharani yang mendampingi Megawati?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai ada 3 hal yang bisa ditangkap terkait peresmian patung Sukarno tersebut. Yang ketiga, bisa dibilang menjadi yang paling menarik.

"Pertama, secara normatif ini bentuk penghargaan Menhan kepada proklamator RI Sukarno. Sebagai pejabat negara, Prabowo sangat otoritatif melakukan itu semua," kata Adi kepada wartawan, Minggu (6/6/2021).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno (Dok. Istimewa)

Kedua, Adi melihat peresmian patung ini menjadi bagian perjalanan koalisi PDIP dengan Partai Gerindra. Seperti diketahui, Menteri Pertahanan (Menhan) saat ini, Prabowo Subianto merupakan Ketua Umum Gerindra.

"Kedua, publik tak bisa menutup mata, peresmian patung Sukarno selalu dikaitkan dengan kemungkinan Gerindra berkoalisi dengan PDIP di 2024," terang Adi.

"Apa pun dalihnya, Prabowo selalu dilihat sebagai Ketum Gerindra yang mulai melakukan penetrasi ke dalam PDIP yang secara perlahan mengidentifikasi diri sebagai 'Soekarnois' yang selama ini menjadi nafas perjuangan PDIP. Itu artinya, Prabowo menjadikan Sukarno bukan hanya sebagai proklamator, tapi juga spirit dalam bernegara," imbuhnya.

Ketiga, Adi menilai kehadiran Prananda sebagai kebaikan dari Megawati. Adi menilai Megawati sudah memberikan kesempatan kepada Prananda mengikuti kontestasi seleksi calon pemimpin Indonesia, sekaligus juga menyelipkan pesan bahwa Prananda juga bagian dari trah Sukarno yang layak menjadi pemimpin negara.

"Ketiga, kalau menggunakan pendekatan budaya Jawa, kehadiran Prananda ditafsirkan sebagai kesempatan yang diberikan Megawati kepada Prananda untuk tampil ke muka, dalam proses seleksi kepemimpinan nasional di masa yang akan datang," papar Adi.

"Prananda, yang selama ini berada di belakang, mulai disorong sebagai bagian besar trah Sukarno yang sangat layak jadi pemimpin. Secara tidak langsung, ini menegaskan trah Sukarno itu bukan hanya Puan, tapi juga Prananda," sambung dia.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Momen Akrab Megawati-Prabowo di Peresmian Patung Bung Karno':

[Gambas:Video 20detik]