Koalisi Demokrat-Golkar Dinilai Potensial, tapi AHY Cawapresnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 13:13 WIB
Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar konferensi pers usai Kepengurusan KLB PD Moeldoko Ditolak
Foto: AHY (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Kemungkinan Partai Demokrat (PD) berkoalisi dengan Golkar di Pilpres 2024 dinilai sangat terbuka. Tapi untuk konfigurasi pasangannya, Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diyakini akan legowo jika hanya menjadi cawapres Airlangga Hartarto.

"Oh iya sangat mungkin (PD koalisi dengan Golkar). Bahkan bisa jadi ini sebuah pasangan yang potensial, bisa jadi jago. Dan saya yakin ini pasangannya jadi Airlangga-AHY, tidak kekeh AHY untuk jadi nomor 1. Karena jadi nomor 2, Demokrat sudah sangat diuntungkan. Apalagi kan Golkar dan Airlangga elektabilitasnya di atas Demokrat," kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, Minggu (6/6/2021).

Duet Airlangga-AHY disebut sebagai pasangan nasionalis. Hendri sendiri ingin Airlangga-AHY bertarung dengan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani, dan bahkan melawan Anies Baswedan.

"Jadi, menurut saya, ini pasangan nasionalis yang bagus. Ini kalau bisa Airlangga-AHY, kemudian ada Prabowo-Puan, mungkin ada satu lagi, misalnya Anies Baswedan dengan siapa calon wakilnya, Anies Baswedan dengan Zulkifli Hasan misalnya, atau dengan Gatot Nurmantyo atau dengan nama yang sampai saat ini masih belum terlihat," papar Hendri.

"Karena kan posisi wapres sebetulnya syaratnya satu, nggak boleh pengin jadi presiden. Kalau sampai posisi wapres, terus orang yang jadi wapres ingin jadi presiden, itu cukup kisruh, akan ramai kabinetnya nanti," imbuhnya.

Jika duet Airlangga-AHY terealisasi, Hendri berpesan satu hal. Menurutnya, kedua belah pihak harus sepakat bahwa AHY tidak boleh maju jadi capres di Pemilu 2029.

"Tapi, menurut saya, tokoh-tokoh yang sekarang nggak ada yang pas jadi wapres, karena semuanya pengin jadi presiden. Makanya nanti kalau Airlangga-AHY jadi, perjanjian pertama yang harus diteken sama mereka, AHY periode kedua nggak boleh maju jadi presiden. Jadi langgeng itu pasangannya," terangnya.

Baca selengkapnya analisis Hendri Satrio di halaman berikutnya.

Simak juga 'AHY soal PDIP Berat Koalisi dengan PD: Politik, Segalanya Bisa Terjadi':

[Gambas:Video 20detik]