Cegah Abrasi & Dampak Tsunami, Bupati Kebumen Luncurkan 'Yu Darsi'

Rinto Heksantoro - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 11:34 WIB
Yu Darsi yang Diluncurkan Pemkab Kebumen
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen -

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2021, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto secara resmi meluncurkan program Pembentukan Desa Mandiri Konservasi Dengan 'Yu Darsi' atau Ayo Sadar Konservasi. Hal itu dilaksanakan guna pencegahan abrasi dan antisipasi dampak tsunami.

Acara tersebut digelar di KEE Lahan Basah Mangrove Muara Kali Ijo, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kebumen pada Sabtu (5/6) kemarin. Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan penanaman 100 ribu bibit mangrove dan pelepasan 50 ekor burung ke habitatnya.

Secara simbolis, penanaman mangrove dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih bersama Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Disperkim LH Edi Rianto serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan MOU antara Disperkim LH Kebumen dengan Universitas Putra Bangsa dan Pemerintah Desa Ayah.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan konservasi lingkungan khususnya di bibir pantai Kebumen dibutuhkan untuk mencegah abrasi dan antisipasi dampak tsunami. Mangrove dipilih karena relatif lebih murah dan membantu kelestarian lingkungan.

"Menahan abrasi, lingkungan terjaga dan murah. Bayangkan kalau harus menggunakan batu penghalang atau foreder tentunya harganya cukup mahal dan oksigennya tidak terpenuhi dengan bagus," katanya.

Konservasi mangrove sebenarnya sudah berjalan sejak lama di tempat tersebut. Oleh karen itu, dampak ekonomi dengan munculnya obyek wisata pun sudah mulai dirasakan masyarakat, bahkan tersedia pula wisata kano menyusuri hutan mangrove.

"Yang paling penting adalah menjadi obyek wisata baru," ujarnya.

Saat disinggung mengenai penambangan pasir, Arif tidak menampik hal tersebut masih ada. Menurutnya, konservasi ini perlu upaya untuk merubah kebiasaan lama yang kurang baik agar menjaga kelestarian lingkungan. Terlebih, Kebumen tengah menggalakkan Geopark Karangsambung Karangbolong.

"Pengembangan wisata mangrove, nanti jalan masuknya akan ditambah dengan baik. Kedua, seperti kano atau kapal bisa dinikmati bersama keluarga baik untuk sport atau rekreasi dan ketiga, di sini juga sudah tumbuh pedagang di luar tinggal ditata dengan baik," pungkasnya.

Simak video 'Dampak Siklon Tropis Choi-Wan, Waspada Gelombang Tinggi-Hujan Lebat':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)