Round-Up

3 Fakta Penusuk Polantas Palembang Ngaku Belajar Jadi Teroris

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 21:06 WIB
MI terduga penusuk polisi di Palembang (M Syahbana-detikcom)
MI terduga penusuk polisi di Palembang (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Pria berinisial MI diduga menusuk personel Polantas Polrestabes Palembang, Bripka Ridho Oktonardo, saat sedang bertugas. Ada sejumlah fakta yang terungkap dalam peristiwa ini.

Penusukan tersebut terjadi di pos polisi Simpang Lampu Merah Angkatan 66, Kemuning, Palembang, Jumat (4/6/2021) siang. Terduga pelaku MI diamankan oleh Satpol PP yang sedang berpatroli di sekitar lokasi sesaat setelah penusukan terjadi.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh, termasuk leher. Bripka Ridho pun harus mendapat perawatan di rumah sakit karena luka tusuk yang dialaminya.

Berikut 3 fakta penusuk Polantas Palembang:

1. Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan MI memiliki riwayat penyakit jiwa. Namun polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut soal hal itu.

"Masih lidik (penyelidikan), hasil sementara tersangka ada riwayat sakit jiwa," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Sabtu (5/6/2021).

Ramadhan juga mengatakan MI tak pernah ditangkap terkait dugaan terorisme. Dia menyampaikan hal tersebut karena tak ada nama MI dalam data yang dimiliki Densus 88 Antiteror.

"Belum pernah (ditangkap terkait terorisme). Dalam database Densus 88 tidak ada," ucapnya.

Polisi pun masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan MI. Selama hasil tes kejiwaan belum keluar, polisi akan menganggap MI mampu bertanggung jawab secara hukum.

"Pelaku ini akan kita tes lagi pada saat dia melakukan itu apakah dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak, dengan pemeriksaan psikolog tentang kondisi mental dan kejiwaan yang bersangkutan," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di Polda Sumsel.

"Karena yang bersangkutan (MI) pernah dirawat tahun 2009 sampai 2011 di Rumah Sakit Ernaldi Bahar, itu di rumah sakit jiwa Palembang," sambung Hisar.

2. Ngaku Mau Jadi Teroris

MI mengaku menusuk Bripka Ridho karena ingin jadi teroris. Dia mengaku terinspirasi dari internet.

"Saya itu cuma ingin menjadi teroris, makanya saya nekat nusuk polisi itu. Saya ingin jadi teroris karena terinspirasi internet," kata MI di Polda Sumsel, Sabtu (5/6).

Dia mengaku masih belajar untuk menjadi teroris. MI mengaku ingin membuat jaringan teror sendiri.

"Bukan karena tilang, saya nusuk dia, saya tidak pernah ditilang, saya ini ingin jadi teroris. Saya masih belajar, ingin buka jaringan sendiri," katanya.

Simak fakta berikutnya di halaman selanjutnya