Mal di Tengah Kota Kehendak Investor

Mal di Tengah Kota Kehendak Investor

- detikNews
Kamis, 16 Mar 2006 01:55 WIB
Palembang - Kritik masyarakat mengenai maraknya pembangunan mal di tengah kota, bukan kehendak pemerintah. Itu murni kehendak para investor. Walikota Palembang Eddy Santana Putra pernah menawarkan lokasi di Seberang UluPalembang buat pembangunan mal, sebagai pengembangan lokasi pembangunan, tapi tidak ada investor yang berminat. Di sisi lain Eddy juga membantah kalau keberadaan mal-mal tersebut mematikan pasar tradisional. "Saya tidak sepakat kalau dikatakan keberadaan mal akan mematikan pasar tradisional dan supermarket yang ada. Justru, orang sekarang lebih senang berbelanja di pasar tradisional karena sudah dibersihkan," katanya kepada pers di kantornya, Jalan Merdeka Palembang, Rabu (15/3/2006). Pernyataan Eddy itu menanggapi permintaan dari Wakil Gubernur Sumatra SelatanMahyuddin agar keberadaan mal di Palembang dievaluasi, terutama menyangkut jarak, barang dagangan, dan tempat. Serta, Mahyudin menyarankan supaya ke depan mal diarahkan untuk pengembangan kota.Kemudian Mahyuddin khawatir jika analisa pemberian izin lokasi oleh PemerintahPalembang, misalnya, jarak mal yang satu dengan mal yang lain terlalu berdekatansementara barang yang dijual kualitasnya sama, maka akan mematikan salah satu tempat usaha yang ada. Eddy punya contoh bahwa kekhawatiran Mahyudin itu dapat diatasi. Menurut Eddy, di Singapura jarak antarmal itu bersebelahan dari ujung ke ujung. Karenanya, diamempertanyakan apa dasarnya mal tidak boleh berdekatan.Dijelaskan Eddy, sebuah mal itu didirikan berdasarkan hukum pasar. Yakni, tergantung besarnya supply dan demand atau penawaran dan permintaan. Jika, permintaan masih ada, izin tetap diberikan, sebaliknya permintaan tidak ada, pembangunan akan distop. Proses pendirian mal di Palembang tetap melalui mekanisme yang ada. Artinya, melalui pengkajian serta studi kelayakan dengan hal-hal yang berkaitan masalah teknis lainnya. Sebagai informasi saat ini ada sejumlah mal yang berdiri di tengah kota Palembang. Misalnya Palembang Square, International Plasa serta Palembang Mall yang sebentar lagi dibuka. Jarak mal-mal itu memang tidak lebih dari lima kilometer. Sementara satu-satunya mal yang berada agak jauh dari kota yakni Palembang Trade Center yang berada di kawasan Ilir Timur II Palembang. (ahm/)


Berita Terkait