Berapa Kali Sholat Sehari Semalam? Ini Jumlah dan Sejarahnya

Kristina - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 06:10 WIB
Bacaan Niat Sholat Idul Adha dalam GRafis
Berapa Kali Sholat Sehari Semalam? Ini Jumlah dan Sejarahnya (Ilustrasi: Luthfy S/detikcom)
Jakarta -

Salah satu ibadah wajib bagi umat Islam adalah sholat. Sholat juga kerap disebut sebagai tiang agama. Berapa kali sholat yang dilakukan dalam sehari semalam?

Perintah sholat termaktub dalam beberapa surat di Al Quran surat Al Isra ayat 78 sebagai berikut:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al Isra: 78)

Perintah ini juga tertuang jelas dalam QS. Al Baqarah ayat 43. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Artinya: "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'" (QS. Al Baqarah: 43)

Dikutip dari buku Panduan Sholat Rosulullah 1 oleh Imam Abu Wafa, menurut bahasa sholat adalah az-zikr yang artinya mengingat. Adapun menurut istilah, pengertian sholat ini telah dijelaskan oleh para ulama mazhab.

Di antaranya ulama Syafi'iyah yang mengatakan bahwa sholat merupakan perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Selain itu, ulama Hanafiyah menjelaskan sholat sebagai rukun-rukun tertentu dan zikir-zikir yang diketahui dengan syarat tertentu pada waktu-waktu yang ditentukan.

Adapun ulama Hanabilah (Hambali) sebagaimana tercantum dalam Bada'ius Shana'i, sholat didefinisikan sebagai perkataan dan perbuatan yang dikhususkan dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Sesuai syariat, gerakan dan tata sholat mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Perintah ini disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Ad-Darimi sebagai berikut:

صَلُّوا كَمَا رَأَيتُمُنِي أُصَلِي

Artinya: "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat." (HR. Bukhari no 631 dan ad-Darimi no 1288)

Sejarah sholat wajib 5 waktu sehari semalam

Sebab turunnya kewajiban sholat ini bermula ketika nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi'raj, sebuah perjalanan suci sehari semalam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha.

Perjalanan ini diceritakan dalam Al Quran pada surat Al Isra ayat 1.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al Isra: 1)

Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab di tahun ke-8 kenabian nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian menerima perintah untuk mengerjakan sholat wajib 5 kali dalam sehari semalam atau sebanyak 17 rakat.

Sebelumnya, dikisahkan bahwa Rasulullah sempat diperintahkan untuk mengerjakan sholat sebanyak 50 sholat dalam sehari semalam. Dalam perjalannya menuju Sidratul Muntaha, Rasulullah bertemu dengan beberapa nabi. Antara lain nabi Adam AS di langit pertama, nabi Isa AS dan nabi Yahya AS di langit kedua, nabi Yusuf AS di langit ketiga, nabi Idris AS di langit keempat, nabi Harun AS di langit kelima, nabi Musa AS di langit keenam, dan nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.

Setelah bertemu dan berdialog dengan para nabi di setiap lapisan langitnya, akhirnya Allah SWT memberikan keringanan sholat menjadi 5 sholat sehari semalam. Peristiwa ini dijelaskan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

فَرَّضَ اللهُ على أُمَّتِى لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ خَمْسِيْنَ صَلاَةً فَلَمْ أَزَلْ أُرَاجِعُهُ وأَسْأَلهُُ ُالتَّخْفِيْفَ حَتّى جَعَلَهَا خَمْسًا فِىْ كُلِّ يَوْمٍ ولَيْلَةٍ

Artinya: ""Allah SWT pada malam Isra' mewajibkan atas umatku lima puluh solat, kemudian aku terus-menerus kembali kepada Allah SWT dan memohon keringan sehingga Allah SWT menjadikannya menjadi lima sholat sehari semalam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Di samping sholat wajib, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah, seperti tahajud, dhuha, dan sholat lainnya.

Dalam QS. Al Isra ayat 78, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk mendirikan sholat tahajud sebagai ibadah tambahan.

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS. Al Isra: 78)

Sholat sunnah memiliki banyak keutamaan, seperti menutupi kekurangan dalam sholat fardhu hingga diangkat derajatnya di sisi Allah SWT.

(erd/erd)