Sopir Dinas Pertamanan Tabrak Warga, Wagub DKI Ingatkan Hati-hati Berkendara

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 22:20 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Ahmad Riza Patria (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti insiden mobil tangki air milik Dinas Pertamanan yang menabrak pria paruh baya berinisial MM (59) hingga tewas di taman BKT, Jakarta Timur. Dia mengatakan semestinya petugas lebih berhati-hati saat bekerja.

"Siapa pun yang menggunakan kendaraan termasuk jajaran kami memang harus berhati-hati," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2021).

MM diketahui tewas tertabrak ketika sedang berolahraga di sekitaran taman BKT. Korban diketahui tertabrak bagian belakang mobil pelaku saat sopir tersebut mengendarai mobilnya berjalan mundur.

Atas peristiwa ini, Politikus Gerindra itu mengimbau agar pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor harus saling menghormati. Keduanya, sebutnya, harus berhati-hati saat melintasi jalanan umum.

"Tidak hanya yang menggunakan kendaraan tapi juga pejalan kaki juga harus hati-hati kita harus saling menghormati satu sama lain sebagai pejalan kaki, pengguna sepeda, pengguna motor bus kemudian mobil truk apapun ya semua harus hati-hati," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa tersebut terjadi jalan pinggir Banjir Kanal Timur (BKT) di Jl RS Soekamto, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (3/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban tengah berolahraga di lokasi.

Sopir Jadi Tersangka

Polisi telah melakukan pemeriksaan awal kepada pelaku pasca kejadian tersebut. Pengemudi mobil berinisial MN (45) kini ditetapkan tersangka.

"Berdasarkan keterangan dua saksi bahwa pengemudi kendaraan truk tangki tersebut sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Teguh Achrianto.

Teguh memastikan pelaku tidak dalam kondisi terpengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi. Pelaku diduga kurang hati-hati sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Pemprov Usahakan Jalur Kekeluargaan

Kini, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menonaktifkan supir tersebut. Selain itu, Pemprov juga berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

"Jadi memang kedua pihak bersepakat secara kekeluargaan akan dipelajari lagi oleh pihak korban. Karena mereka belum mau juga komunikasi banyak sampai dengan hari Minggu," kata Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Nurcahyo.

Ivan mengatakan saat ini jenazah telah diantarkan ke kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak keluarga.

(isa/isa)