Rukhsah Artinya Apa? Simak Uraiannya di Sini

Rahma I Harbani - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 15:12 WIB
Young muslim woman doing sujud or sajdah on glass floor. Girl wearing black abaya praying salat to God during Ramadan
Foto: Getty Images/iStockphoto/.shock
Jakarta -

Allah memberikan kemudahan pada hamba-hamba-Nya. Hal itu telah disebutkan Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya: "....Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...."

Mengutip dari jurnal Rukhsah (Keringan) Bagi Orang Sakit Dalam Perspektif Hukum Islam tulisan H. Mahmudin, L.c., M. H. berdasarkan dalil tersebut, Allah SWT memberikan keringanan bagi yang mempunyai udzur dalam menunaikan ibadah sesuai dengan sakit atau udzur yang mereka alami.

Perlu diketahui, arti kata rukhsah dalam buku Rukhshah Dalam Tinjauan Syariah karya Vivi Kurniawati, Lc adalah murah, mudah, dan ringan. Kata rukhsah juga berasal dari kata kerja bentuk lampau (fi'il madhi) yaitu rakhasa yang artinya telah menurunkan atau telah mengurangkan.

Secara istilah, Imam Ghazali menjelaskan rukhsah artinya sesuatu yang dibolehkan kepada seorang mukallaf untuk melakukannya karena uzur atau ketidakmampuannya, padahal sesuatu itu diharamkan.

Artinya, rukhsah dimaksudkan agar ibadah yang diperintahkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa memberatkan dan membebani umat Islam.

Masih melansir dari sumber yang sama, lebih lengkapnya, para ulama membagi kategori sakit yang diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah menjadi tiga bagian, di antaranya:

1. Sakit parah
Para imam empat mazhab: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad, sepakat keadaan sakit parah dibolehkan untuk bertayamum.

Keadaan sakit parah artinya keadaan sakit yang tidal dibolehkan menggunakan air seperti akan membahayakan bagi anggota tubuh, memperlambat sembuhnya atau penyakitnya akan bertambah parah sehingga menyebabkan kematian.

Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. An Nisa ayat 43:

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

Artinya: "... Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci)..."

2. Sakit sedang

Kondisi sakit yang bila menggunakan air ada kekhawatiran yang akan menyebabkan bertambahnya penyakit atau lambatnya sembuh.

Menurut mazhab jumhur ulama (Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan pendapat kedua Imam Syafi'i) memperbolehkan tayamum untuk kondisi sakit ini.

3. Sakit ringan
Kondisi sakit yang ini dirasakan tidak membahayakan dalam penggunaan air untuk bersuci atau pun kekhawatiran bertambahnya penyakit atau lama kesembuhan.

Para ulama sepakat tidak ada keringanan dalam bertayamum untuk kondisi ini.

Adapun hikmah dari adanya rukhsah sebagaimana yang dikutip dari buku Buku Pintar Beribadah Dalam Perjalanan karya Mahima Diahloka adalah sebagai berikut.

Hikmah Adanya Rukhsah

1. Agar selalu mengingat Allah dalam menjalani kehidupan. Apa pun yang dilakukan bahkan apa pun yang dipikirkan diusahakan termasuk dalam perbuatan ibadah;
2. Terhindar dari perbuatan maksiat. Bila kita selalu mengingat Allah, tentunya kita akan selalu merasa diawasi dan dilihat oleh-Nya;
3. Sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT karena kenikmatan yang sudah diberikan;
4. Menunjukkan bahwa ajaran Islam sebenarnya tidak membebani umatnya di luar kadar kemampuannya.

Itulah penjelasan singkat tentang rukhsah yang artinya keringanan. Semoga bermanfaat!

(nwy/nwy)