Isu Batal Haji RI Dibandingkan Tambahan Kuota Malaysia, Begini Faktanya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 14:17 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Foto: Ilustrasi haji (dok. detikcom)

Kuota Haji Indonesia

Jika dibandingkan dengan Indonesia, Indonesia sudah lebih dulu mendapat ekstra 20 ribu kuota haji, yang merupakan 'hadiah' dari kerajaan pada 2016. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Abdul Djamil saat itu meminta pembahasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) dipercepat.

"Kita harus melakukan proses-proses itu lebih dini, misalnya evaluasi harus sesegera mungkin. Begitu selesai Oktober harus dilakukan pada akhir bulan. Kita mohon teman-teman dari DPR pembahasan BPIH dilakukan seawal mungkin," tutur Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji Daker Makah, Jumat (9/10/2015).

Indonesia pada April 2019 mendapat kepastian tambahan kuota haji 2019 sebanyak 10 ribu. Sejatinya, yang diminta ke Raja Salman mencapai 29 ribu, sehingga bisa genap 250 ribu.

Namun tambahan kuota yang disetujui ternyata hanya 10 ribu sehingga total kuota haji Indonesia pada 2019 mencapai 231 ribu dengan rincian 214 ribu haji reguler dan 17 ribu haji khusus. Kuota haji Indonesia masih yang terbesar di dunia.

Maka membandingkan kuota haji tambahan pemerintah Malaysia dengan pembatalan haji Indonesia tidak pas. Pasalnya, kuota haji Malaysia berlaku jika kondisi ibadah haji di tengah Corona ini sudah pulih. Narasi yang membandingkan Indonesia dan Malaysia ini bisa dikategorikan sebagai disinformasi.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan Indonesia tidak memberangkatkan haji 2021.

"Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M," kata Menag Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Instagram Kementerian Agama, Kamis (3/6/2021).

Salah satu pertimbangan pemerintah tidak memberangkatkan haji adalah Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Selain itu, akibat pandemi COVID-19, Arab Saudi belum mengundang Indonesia untuk menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan haji.


(rdp/tor)