Jejak Andi Arief Vs Hasto: Dari Faksi Setan hingga Koalisi 2024

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 12:43 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief saling silang pendapat mengenai hoax surat suara tercoblos.
Hasto Kristiyanto (kiri) dan Andi Arief (Foto: dok. detikcom)

2. Faksi Setan

Tak berhenti sampai pada persoalan pembajakan, Andi Arief dan Hasto Kristiyanto kembali berseteru. Perseteruan keduanya lantaran cuitan Andi Arief yang menyebut Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, cs sebagai faksi setan.

"Di dalam rejim Jokowi ini ada faksi setan. Misalnya Sekjen PDIP Hasto dkk. JANGAN lupakan bagaimana Hasto ini operasi melumpuhkan KPK lewat Abraham Samad. Faksi Setan itu seperti juga setan pandai merayu, memberi angin surga jabatan. SALAM buat pimpinan Faksi setan Hasto Sekjen PDIP dari direktur Pertamina yang cantik itu. Pertamina sedang sekarat, kesulitan keuangan. Itulah akibat menempatkan orang karena dasar perasaan," tulis Andi Arief lewat akun Twitternya pada Senin (7/1/2019).

Hasto saat itu menyerahkan cuitan Andi Arief yang menyebut dirinya faksi setan ke masyarakat. Menurutnya, masyarakat bisa menilai mana pernyataan yang baik dan yang sampah masyarakat.

"Nggak usah ditanggapi dulu, namanya cuitan yang sebentar-sebentar juga hilang. Rakyat yang menilai. Kerja kami cukup banyak untuk rakyat, jadi rakyatlah yang menilai mana cuitan yang positif, yang berguna bagi bangsa, mana yang cuitan sebagai bagian dari sampah masyarakat," kata Hasto di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

3. Kecolongan 2 Kali Mega Lawan SBY

Keduanya kembali berseteru ketika membahas terkait cerita Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menyatakan Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali oleh SBY. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi cerita tersebut dengan mengutip semboyan Sanskerta 'Satyameva Jayate', yang bermakna hanya kebenaran yang berjaya. Hasto menyinggung langkah SBY pada 2004 yang disebutnya bertindak seakan-akan dizalimi.

"Dalam politik, kami diajari moralitas politik, yaitu satunya kata dan perbuatan. Apa yang disampaikan oleh Marzuki Alie tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY. Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan tersendiri, termasuk istilah 'kecolongan dua kali', sebagai cermin moralitas tersebut," kata Hasto.

Saat itu Andi Arief pun menanggapi Hasto dengan meminta agar persoalan kecolongan Megawati oleh SBY sebanyak dua kali itu tidak perlu ditangisi. Dia juga meminta Hasto tidak mengadu domba.

"Kecolongan dua kali Ibu Megawati melawan SBY dalam pilpres adalah kenyataan sejarah, tak perlu ditangisi, toh, kecolongan melalui pilihan rakyat. Bukan melalui penghianatan menjatuhkan lewat MPR," kata Andi Arief di Twitter, Jumat (19/2/2021).

"Sebagai Sekjen, Hasto jangan membenturkan, tapi mendudukkan posisi yang benar," sebut Andi Arief.

Simak perseteruan Andi Arief dan Hasto lainnya di halaman berikutnya.