TransJakarta Tegaskan Tak Ada Armada Pakai Ban Vulkanisir

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 00:00 WIB
Bus TransJakarta dengan merek asal China, Zhong Tong kembali beroperasi sejak Jumat (11/10). Bus ini melayani koridor 1 TransJakarta Blok M-Kota.
Bus TransJakarta (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memastikan pihaknya tidak menggunakan ban bekas yang ditempel kompon baru (vulkanisir) pada setiap unit armada. Pernyataan ini menyusul adanya armada TransJakarta rute PGC-Harmoni (5C) mengalami kerusakan pagi tadi.

Bus TransJ mengalami gangguan ini juga diunggah di akun Instagram TMC Polda Metro Jaya, @tmcpoldametro. Dalam unggahan bus TransJ disebut mengalami gangguan ban di Harmoni, Jakarta Pusat.

"Bus TransJakarta alami gangguan ban (vulkanisirnya lepas) di samping Pos Lantas Harmoni, Jakarta Pusat, dan sudah dalam penanganan montir," tulis TMC Polda Metro Jaya dilihat, Kamis (3/6/2021).

Direktur Utama PT TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, memastikan setiap armada bus TransJakarta tak pernah menggunakan ban vulkanisir. TransJakarta, kata dia, selalu memberikan pelayanan yang terbaik.

"TransJakarta tidak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada baik swakelola maupun milik operator. Kami memastikan TransJakarta memberikan yang terbaik, baik dari sisi pelayanan maupun semua fasilitas yang disediakan," tegas Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam keterangan yang diterima detikcom.

Jhony juga menjelaskan bus yang mengalami kerusakan itu. Dia mengatakan bus itu milik swakelola TransJakarta dengan nomor bodi TJ217 yang beroperasi dengan rute PGC-Harmoni (5C).

Kerusakan terjadi saat melakukan pelayanan sekitar pukul 07.30 WIB. Pada saat melintas di lampu merah Harmoni dari Juanda arah Harmoni, bus mengalami pecah pada roda depan bagian kanan bus.

"Ini murni pecah ban. Semua ban kita original hanya saja pada armada tersebut ban produksi 2016, sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah, bukan berarti vulkanisir sebab pada ban original pun bisa terjadi," katanya.

Jhony menegaskan kondisi ban masih dalam keadaan baik (TWI 5,7 mm) sebelum terjadi pecah ban. Dia menyebut bus itu terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.

"Adapun saat ban pecah, pihak kepolisian mengarahkan armada untuk tetap melaju hingga halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya. TransJakarta masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti," jelasnya.

(lir/jbr)