Larangan Berkata 'Ah' Kepada Orang Tua, Begini Penjelasannya

Kristina - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 23:22 WIB
Sejumlah orangtua siswa mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjemput anak mereka yang ditangkap kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta Pusat.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menghormati kedua orang tua merupakan kewajiban bagi setiap anak. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa patuh dan tidak berkata kasar kepada orang tua.

Perintah hormat kepada orang tua atau birrul walidain telah dijelaskan melalui beberapa surat dalam Al Quran. Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 14,

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Arab-latin: wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya:" Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Muhammad Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah menjelaskan bahwa ayat di atas mengandung pesan kepada semua manusia untuk menghormati kedua orang tua. Terlebih ibu yang sudah mengandung dengan kelemahan yang semakin bertambah. Sementara itu, jasa bapak juga tidak bisa diabaikan. Maka, sudah menjadi kewajiban anak untuk berdoa kepada ayahnya sebagaimana ia berdoa untuk ibunya.

Baca juga: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5539769/seperti-apa-isi-surat-luqman-ayat-14-ini-arab-latin-arti-dan-kandungannya

Bahkan, seorang anak dilarang untuk mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang tuanya. Seperti kata "ah" untuk menolak saat dimintai tolong oleh orang tua. Larangan berkata 'ah' ini terdapat dalam QS. Al Isra ayat 23 sebagai berikut

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Arab-latin: wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Menurut tafsir Kemenag, ayat tersebut menjelaskan tentang beberapa faktor terkait keimanan. Faktor tersebut antara lain manusia tidak menyembah tuhan selain Allah termasuk mempercayai adanya kekuatan lain yang datang selain dari pada-Nya.

Faktor kedua adalah perintah agar manusia berbuat baik kepada ibu bapak mereka. Bahkan, perintah ini disebutkan setelah perintah beribadah kepada Allah. Hal ini menjelaskan betapa pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua.

Ibu merupakan orang pertama disebut dalam Al Quran untuk dihormati. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim ibu memiliki derajat tiga tingkat dibanding bapak.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw ditanya, "Siapakah yang paling berhak mendapat perlakuan yang paling baik dariku?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya, "Siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya, "Siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Orang itu bertanya, "Siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Bapakmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila keduanya berada dalam usia lanjut, sebagai anak tentu harus merawatnya. Bahkan dilarang baginya untuk mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati orang tua termasuk membantah dengan berkata "ah" sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.

Sahabat hikmah, berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika keduanya masih hidup di dunia. Akan tetapi terus berlanjut meskipun keduanya telah meninggal dunia. Salah satunya dengan mengirimkan doa.

(nwy/nwy)