Bacaan Doa Sebelum Ulangan Sesuai Ajaran Islam

Kristina - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 22:26 WIB
Guru memberikan pelajaran kepada murid saat uji coba belajar tatap muka di kawasan SDN 11 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (7/4). SDN Pademangan Barat 11 memulai uji coba belajar tatap muka bagi siswa kelas V di tengah pandem COVID-19. Protokol kesehatan menjadi hal utama baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Islam mengajarkan para pemeluknya untuk memulai segala sesuatu dengan berdoa. Doa umumnya dilakukan untuk memohon pertolongan dari Allah agar dimudahkan segala urusan, tak terkecuali saat menjelang ulangan.

Berdoa merupakan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Dia akan mengabulkan permintaan dari hamba-Nya. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 186 sebagai berikut:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah: 186).

Sebelum berdoa, alangkah baiknya sahabat hikmah mengetahui adab dalam berdoa. Setidaknya ada 14 adab doa menurut Aulia Fadhli dalam bukunya yang berjudul Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya sebagai berikut:

1. Menghadap kiblat
2. Membaca hamdalah atau pujian, istighfar, dan membaca sholawat
3. Berdoa dengan suara lembut dan rasa takut
4. Tadharru' (merendah) kepada Allah ketika berdoa kepada-Nya
5. Memiliki keyakinan akan diijabah (dikabulkan)
6. Mengakhiri dengan ucapan Aamiin
7. Mengulang doa dan membaca istighfar 3x
8. Singkat dan padat
9. Hanya berdoa untuk kebaikan
10. Betul-betul meminta (al-ihlah) kepada Allah ketika berdoa
11. Berdoalah baik dalam keadaan lapang ataupun sulit
12. Tidak memaksakan diri dalam memperindah lafadz doa (as-saja')
13. Berwudhu sebelum berdoa (jika memungkinkan)
14. Jika doa ditujukan untuk orang lain, hendaknya memulai dengan mendoakan diri sendiri

Ada banyak bacaan doa agar dimudahkan dalam memulai ulangan, tes, ujian dan semacamnya.

Dalam Al Quran surat Thaha ayat 25-28, nabi Musa AS pernah memohon kepada Allah untuk dimudahkan dalam perkataannya.

Berikut bacaan doa sebelum ulangan

رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى

Arab-latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

Artinya: "Ya Rab-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28).

Doa di atas bisa dipanjatkan khususnya saat akan menghadapi ulangan secara lisan. Adapun jika ulangan dilakukan secara tertulis, maka dapat membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Arab-latin: Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa

Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah."

Imam Nawawi dalam bukunya Raudhatut Thalibin juga memberikan doa agar diberikan kemudahan dalam melakukan sesuatu termasuk ulangan. Berikut bacaannya:

رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

Arab-latin: Rabbi yassir wa a'in wa laa tu'assir

Artinya: "Wahai Rab-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit."

(nwy/nwy)