Ekstasi Laku Saat Pandemi, Bareskrim Soroti Tempat Hiburan Malam yang Buka

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 21:43 WIB
Subdit IV Tipid Narkoba Bareskrim Polri bersama dengan Bea Cukai mengagalkan peredaran narkotika jaringan Jermna-Belgia.
Penangkapan jaringan ekstasi internasional oleh Bareskrim. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengatakan ekstasi dari luar negeri terus diselundupkan ke Indonesia, meski situasi pandemi COVID-19. Terkait hal itu, Bareskrim menyoroti beroperasinya tempat hiburan malam.

"Kenapa ekstasi bisa dapat masuk di masa pandemi COVID-19? Jadi artinya meskipun pandemi virus Corona, tempat hiburan malam dibatasi, bahkan di Jakarta saya pikir tutup semua. Tapi kenapa tetap ada? Dugaan kami ada tempat-tempat ini yang masih digunakan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Halomoan Siregar kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

Polri akan memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan terkait agar nantinya soal koordinasi dalam pengawasan terhadap lokasi yang dicurigai menjadi tempat penyalahgunaan ekstasi. "Penggunaan ekstasi ini pasti membutuhkan suatu sarana untuk menikmatinya. Tentunya ini akan kami berikan masukan kepada stakeholders bahwa artinya ada tempat-tempat buka," ucap Krisno.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkoba internasional dari Jerman, Belgia, dan Indonesia. Aparat kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan dan menyita 14 ribu butir ekstasi.

"Pengungkapan narkoba jenis ekstasi jaringan Belgia, Jerman, hampir 14 ribu jumlahnya. Ini merupakan jaringan Belgia-Jerman yang telah diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea-Cukai," tutur Krisno sebelumnya.

"Dengan barak bukti berupa ekstasi warna biru dengan logo 'Punisher' sebanyak seribu butir, " tambah Krisno.

Dua tersangka yang berinisial SR dan IY berhasil ditangkap saat hendak melakukan transaksi di daerah Jakarta Pusat pada Senin (24/5). Tersangka lain, MR dan EM, lalu berhasil ditangkap keduanya di daerah Cipinang, Jakarta Timur.

Selanjutnya, polisi juga berhasil mengamankan kelima tersangka pengedar ekstasi lainnya di daerah Bogor, Jawa Barat. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita 3.865 butir ekstasi dari tangan pelaku.

"Seluruh barang bukti diselundupkan melalui pengiriman barang dari Jerman dan Belgia," ujar Krisno.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.



Simak Video "Polri Amankan 45 Kg Sabu-13 Ribu Pil Ekstasi Jaringan Internasional!"
[Gambas:Video 20detik]
(aud/aud)