Bantu Nurhadi Sembunyi, Ferdy Yuman Didakwa Rintangi Penyidikan

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 16:02 WIB
Tersangka Ferdy Yuman (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai konferensi pers terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016 di gedung KPK, Jakarta, Minggu (10/1/2021). KPK menahan Ferdy Yuman karena diduga melakukan upaya menghalangi penyelidikan dengan membantu persembunyian mantan Sekretaris MA Nurhadi. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.
Ferdy Yuman (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Kemudian, pada 28 Februari 2020, Ferdy Yuman mengantar dan membantu proses perpindahan Nurhadi dan Rezky beserta keluarganya, untuk menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Selain itu, Ferdy tinggal bersama di rumah tersebut, sekaligus mengurus kebutuhan Nurhadi dan Rezky beserta keluarganya.

"Padahal terdakwa mengetahui bahwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono sedang ada perkara dengan KPK dan masuk dalam daftar pencarian orang," kata jaksa.

"Setelah menempati rumah tersebut, terdakwa selaku pihak yang menyewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tidak pernah melaporkan kepindahan Nurhadi dan Rezky Herbiyono beserta keluarganya, yang menempati rumah tersebut kepada Ketua RT setempat dengan maksud agar keberadaan Nurhadi dan Rezky tidak diketahui oleh orang lain," papar jaksa.

Selanjutnya, pada akhir Mei 2020, penyidik mendapatkan informasi keberadaan Nurhadi dan Rezky menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kemudian pada 1 Juni 2020 tim penyidik mendatangi lokasi tersebut untuk menangkap terhadap Nurhadi dan Rezky. Namun tiba-tiba Ferdy menyiapkan kendaraan agar Nurhadi dapat melarikan diri.

Namun, sebelum terlaksana pelarian itu, Ferdy melihat mobil tim Penyidik KPK mendekat. Kemudian Ferdy langsung menjalankan kendaraannya sehingga tidak terkejar oleh penyidik dan selanjutnya Ferdy pulang ke Surabaya.

Setelah itu, penyidik kembali ke rumah di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk melakukan penggeledahan. Kemudian penyidik menemukan Nurhadi sedang bersembunyi di salah satu kamar dan Rezky sedang bersembunyi di kamar lainnya. Keduanya ditangkap dan dibawa ke KPK.

"Bahwa serangkaian perbuatan Terdakwa tersebut di atas dilakukan dengan maksud agar Nurhadi dan Rezky selaku tersangka tindak pidana korupsi tidak diketahui keberadaannya serta untuk menghindari pemeriksaan atau tindakan hukum lainnya terhadap Nurhadi dan Rezky oleh Penyidik KPK," ujarnya.

Atas perbuatannya, terdakwa Ferdy diancam pidana dalam Pasal 21 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diketahui Nurhadi dan Rezky telah mendapat vonis 6 tahun penjara terkait kasus suap dan gratifikasi.


(yld/zak)