Harun Al Rasyid dkk Ngadu ke MUI soal Tuduhan Talibanisme di KPK

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 14:58 WIB
MUI
MUI (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Kasatgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid bersama perwakilan 75 pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menyambangi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan persoalan isu-isu terkait agama dalam TWK.

"Kami 75 pegawai yang dinyatakan tak lulus ini telah melakukan advokasi ke lembaga-lembaga keagamaan dan hari ini kami ke MUI. Tujuannya tak lain dan tak bukan karena kami sebagian dari umat di antara 75 pegawai yang tak lulus TWK terdiri dari pegawai yang bermacam-macam, ada yang muslim, Protestan, dan lain-lain," kata Harun di Kantor MUI Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021).

Harun Al Rasyid menuturkan advokasi yang dilakukan dengan beberapa lembaga keagamaan menunjukkan dengan keberagaman mereka tetap dapat bersatu. Dia menyebut pekerjaan yang selama ini mereka jalani dapat berjalan dengan baik di tengah perbedaan.

"Kami melakukan advokasi ke beberapa lembaga keagamaan termasuk PGI kemarin, untuk menunjukkan bahwa kami ini merupakan satu kesatuan yang utuh di dalam pegawai KPK. Kami terbukti sejak KPK berdiri, dengan beberapa macam kepercayaan tadi itu, kami bisa melaksanakan pekerjaan itu tanpa harus bersinggungan terkait masalah agama dan keyakinan," tuturnya.

Harun menepis tuduhan liar yang berkembang bahwa dirinya dan pegawai KPK yang tak lulus TWK adalah intoleran, taliban, dan radikal. Untuk itu, kata Harun, mereka bersafari ke lembaga-lembaga keagamaan dan membuktikan bahwa tuduhan dan isu yang beredar selama ini tidak benar.

"Tujuan lain kami tentu menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan fitnah yang selama ini dialamatkan kepada kami, bahwa di dalam tubuh kami ada intoleransi, ada talibanisme, ada radikalisme, ini kami ingin menunjukkan ini loh kami yang sebenarnya. Kalau lah isu-isu itu nggak bisa dikikis karena isu itu udah cukup lama ditanam di dalam tubuh kami, setidaknya kami akan coba kikis pelan-pelan, kami membuka diri ini lah kami, ini lah tujuan yang kami lakukan dari kami melakukan advokasi bersafari ke lembaga keagamaan untuk menunjukkan tidak ada itu,"ujarnya.

"Isu-isu yang dibikin oleh orang-orang luar, orang-orang koruptor, hanya untuk melemahkan dan menghancurkan kami," sambung Harun Al Rasyid.

Selanjutnya
Halaman
1 2