Tuduh Pilkada Irjabar Curang, Yorris Mengadu ke Kalla
Rabu, 15 Mar 2006 14:47 WIB
Jakarta - Kandidat Gubernur Irian Jaya Barat (Irjabar) bernomor urut 2, Yorris Raweyai, mencium adanya kecurangan dalam Pilkada di Irjabar. Karena itu Yorris mengadu ke Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK), Rabu (15/3/2006).Ia mencurigai pasangan yang saat ini unggul yaitu Abraham Oktavianus Attururi - Rahimin Katjong telah melakukan kecurangan. Pasangan dari PDIP itu diduga telah melakukan kecurangan melalui mekanisme birokrasi secara sistematis. Misalnya, ada PNS yang menjadi saksi dan ada juga saksi yang menjabat sebagi ketua KPUD.Rencananya dalam waktu dekat pria asal suku Serui, Papua, ini juga akan menggugat KPUD Irjabar. Sebab kubu Yorris menilai KPUD juga telah melakukan kecurangan. Kecurangan yang dilakukan KPUD antara lain pendistribusian surat suara yang tidak benar, terjadinya intimidasi, adanya mobilisasi massa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan instruksi khusus di dalam bilik suara.Kejanggalan lain yang ditemukan kader Golkar ini adalah ketika ada sebuah TPS yang jumlah pemilihnya 600, tetapi hanya diberi 500 kertas suara. "Kita sudah dapat bukti dan sudah melapor kepada pengawas daerah," kata Yorris yang mengenakan jas dan celana hitam begitu tiba di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.Yorris yang berpasangan dengan Abdul Killian siap kalah dalam Pilkada yang berlangsung pada 11 Maret. Tapi syaratnya, Pilkada benar-benar dilaksanakan dengan adil. Yorris berharap dengan kedatangannya menemui JK, Partai Golkar mendukung upaya hukum yang akan dilakukannya. Sebab tujuan utamanya datang ke Irjabar adalah untuk melayani masyarakat."Saya datang ke Irjabar nothing to lose. Enggak apa-apa kalah asal fair," tegas anggota Komisi I DPR RI ini.Menurut Yorris, KPUD baru menghitung 48% suara. Hingga 14 Maret, pasangan calon gubernur dari PDIP unggul untuk sementara.Pertemuan Yorris-JK yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.45 belum juga berakhir.
(nvt/)











































