Bertemu Perwakilan UNDP, Mendes Paparkan SDGs & Pemutakhiran Data Desa

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 17:57 WIB
Kemendes PDTT
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyebut kendala perencanaan pembangunan di desa karena tidak pahamnya warga soal persoalan yang ada di desa. Kemendes PDTT kemudian menemukan solusi yaitu melandingkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Suistainable Development Goals (SDGs) Global yang dilandingkan ke level desa yang dinamakan SDGs Desa.

"Target SDGs Desa adalah memahamkan para pemangku desa agar bisa paham masalah yang dihadapi oleh desa," kata Abdul Halim dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan resident representative United Nation Development Program (UNDP) Indonesia, Norimasa Shimomura yang ditemani Deputy Sophir Kemkhadze dan SDGs Advisor Ansye Sopacua di Kantor Kemendes PDTT.

Menurut Abdul Halim, SDGs Desa itu langsung direspons positif oleh warga desa. Sebab 18 poin dalam SDGs Desa itu memang selalu dihadapi oleh warga, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, air bersih dan persoalan perempuan.

Lalu untuk memaksimalkan SDGs Desa dan perencanaan pembangunan maka dibutuhkan data-data yang valid dan detail mengenai desa itu. Olehnya, Kemendes PDTT saat ini melakukan pemutakhiran data desa berbasis SDGs Desa.

"18 poin SDGs diturunkan menjadi 222 instrumen kemudian disiapkan aplikasi dan dibuatkan pelatihan," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan hasil pendataan, lebih dari 65 juta warga desa hingga 31 Mei dari 118 juta warga desa di 74.961 desa. Imbas dari pendataan ini, gambaran utuh mengenai kondisi objektif desa seperti angka kemiskinan, warga yang menderita sakit menahun, dan kondisi stunting.

"Dengan ini, Kami jadi sangat optimis jika pemanfaatan Dana Desa jadi tetap sasaran sesuai dengan permasalahan yang dihadapi desa," kata Doktor Honoris Causa dari UNY.

Setelah pemutakhiran data ini selesai, tiga hal yang jadi fokus Kemendes PDTT yaitu pertama, evaluasinya terhadap kelengkapan data. Kedua, keakuratan data dan ketiga, Keberlanjutan atau update Data Desa itu.

"Kami berharap hingga akhir Juni nanti, semua desa sudah menuntaskan pemutakhiran data ini," ujarnya.

Sementara itu, SDGs Advisor UNDP Ansye Sopacua memuji Abdul Halim saat menjelaskan soal SDGs Desa dan pemutakhiran data ini karena penjelasan yang diberikan sangat detail dan jelas. UNDP menilai program SDGs Desa merupakan program yang sangat luar biasa dan berharap bisa membantu Kemendes PDTT ini. Konsep SDGs Desa ini dinilai layak untuk dibagikan secara global karena sangat baik.

"Penjelasannya sangat detail. Biasanya Menteri hanya memahami visinya. UNDP akan sangat semangat jika bisa bekerja sama dengan Kemendes PDTT," kata Ansye.

(akn/ega)