Dukung Work From Bali, Mendes Izinkan Desa Wisata Dibuka Lagi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 11:18 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mendukung program Work From Bali (WFB) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sebab sektor wisata dinilainya bisa mendongkrak perekonomian, terlebih Bali merupakan ikon pariwisata RI yang sudah dikenal dunia.

"Bentuk dukungan dari Kementerian Desa akan melakukan hal sama dengan membuka seluruh desa wisata di Pulau Bali sebagai landasan pemulihan ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

Lebih lanjut Doktor Honoris Causa dari UNY ini mengatakan sektor pariwisata Bali harus segera dibangkitkan kembali secara bertahap. Oleh karena itu, Abdul Halim menyebut pihaknya mendukung program pembukaan sektor wisata di Bali sebagai tempat bagi para ASN untuk bekerja.

"Untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi pada sektor pariwisata, kami mendukung penuh program pemerintah melakukan skema Work From Bali untuk pemulihan ekonomi di daerah ini," ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Gus Menteri ini berpesan agar pembukaan desa wisata harus dilakukan secara selektif. Hal ini untuk memastikan desa mana yang boleh dibuka selama pandemi COVID-19.

"Jika pariwisata di pulau Dewata Bali dibuka secara luas, maka yang harus diperhatikan kasus COVID-19 harus betul-betul diseleksi dan di desa juga harus menjadi bagian itu karena ini kita bicara soal Bali," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui Gus Menteri mengatakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah berfokus dalam pengelolaan BUMDes karena dinilai menjadi kunci pemulihan ekonomi di level desa.

Hal ini dibuktikan lewat inovasi pengelolaan BUMDes yang mampu menurunkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan yang bersumber dari Dana Desa.

Apabila ke depan 74.961 desa ini bergerak bersama diyakini dapat memberikan dampak bagi pemulihan ekonomi sacara nasional.

(prf/ega)