Gaya Jokowi Vs Ganjar Jelang Pilpres

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 17:16 WIB
Jokowi dan Ganjar (dok. detikcom)
Jokowi dan Ganjar (dok. detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai sedang menyiapkan langkah untuk maju sebagai capres 2024. Bahkan, ada kelompok relawan Ganjar yang menyebut Gubernur Jateng itu paling pas meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi. Apakah gaya Ganjar mirip seperti Jokowi menjelang Pilpres pertamanya?

Sebagaimana diketahui, pada 1 Juni 2021, kelompok relawan bernama Ganjarist (Ganjar Pranowo Menuju Indonesia Satu) mendeklarasikan diri untuk mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024. Ganjarist sepakat Ganjar adalah sosok terbaik yang bisa menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang masa jabatannya selesai 3 tahun lagi.

"Kami menyepakati untuk mengusung Pak Ganjar Pranowo sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang kira-kira paling kompatibel yang bisa melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Jokowi. Ini saatnya berarti harus ada kandidat yang lebih fresh, lebih punya kapabilitas yang kira-kira kompatibel dengan Pak Jokowi," ujar Ketua Umum Ganjarist, Mazdjo Pray, dalam jumpa pers di Hotel Neo+, Jakarta Selatan.

Deklarasi ini dihadiri sekitar 15 pengurus inti Ganjarist. Adapun Ganjarist sengaja memilih tanggal 1 Juni 2021 karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Mazdjo menegaskan Ganjarist terbentuk bukan atas permintaan Ganjar, melainkan inisiatif dari para relawan. Menurutnya, Ganjar mustahil membuat kelompok relawan pendukung mengingat baru-baru ini diterpa kisruh politik.

"Kita membentuk Ganjarist ini bukan atas permintaan Pak Ganjar. Tapi kita dorongan moral, politik baik hati. Kita akan membantu mengekspos hasil-hasil kerja, kreativitas Pak Ganjar di Jawa Tengah ke seluruh Nusantara, kurang-lebih gitu. Bukan suruhan," jelasnya.

Lantas, bagaimana perbandingan gaya Ganjar dengan Jokowi ketika maju dalam Pilpres?

Jokowi Blusukan, Ganjar Medsosan

Jokowi meningkatkan elektabilitasnya dengan cara blusukan. Blusukan semakin gencar setelah Jokowi dilantik menjadi DKI-1 pada 15 Oktober 2012.

Bahkan, tanpa tedeng aling-aling, Jokowi pernah nekat masuk ke gorong-gorong di kawasan Bundaran HI. Kata Jokowi, gorong-gorong sumber banjir itu kekecilan.

Nama Jokowi pun terus menghiasi berbagai survei capres saat itu. Bahkan nama Jokowi langsung muncul sebagai capres yang patut diperhitungkan.

Memasuki 2014, elektabilitas Jokowi semakin tak tertandingi. Survei capres terakhir yang digelar oleh Indo Barometer semakin mengukuhkan posisi Jokowi sebagai capres terkuat saat itu. Namanya langsung menenggelamkan nama Megawati. Nama Jokowi makin dilirik oleh sang Ketum PDIP.

Walhasil, Megawati lantas mengumumkan Jokowi sebagai capres PDIP. Pengumuman itu disampaikan Mega lewat perintah harian. Dia meminta rakyat Indonesia mendukung Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP. Pengumuman ini disampaikan pada 14 Maret 2014, sebelum Pileg 2014.

Berbeda dengan Jokowi, Ganjar disebut ingin meningkatkan elektabilitas lewat media sosial. Tudingan ini muncul usai Ganjar tak diundang dalam pengarahan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang dilakukan di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (22/5).

Sementara itu, dilihat detikcom, Rabu (3/6/2021) dari akun Instagram-nya, @ganjar_pranowo, Ganjar memiliki 3,4 juta pengikut. Ganjar tampak aktif memposting unggahan dalam akunnya tersebut. Hampir setiap hari Ganjar mengunggah berbagai kegiatannya, dari bersepeda, mencicipi kuliner UMKM, atau sekadar menyapa para pengikutnya di media sosial.

Simak juga video 'Diisukan Tak Disukai DPC PDIP, Ganjar: Malah Nggak Tahu Saya':

[Gambas:Video 20detik]