Raja OTT KPK: Pencarian Harun Masiku Terkendala

Kadek Melda - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 16:34 WIB
DPO Harun Masiku.
DPO Harun Masiku (Situs resmi KPK)
Jakarta -

Buntut sengkarut tes wawasan kebangsaan (TWK) membuat 75 pegawai KPK dinonaktifkan sehingga pekerjaan mereka terkendala. Salah satu dari 75 orang itu adalah Harun Al Rasyid, yang bertugas sebagai kepala satuan tugas penyelidikan, yang juga mendapat amanah mencari buron-buron KPK termasuk Harun Masiku.

Harun Al Rasyid bercerita perihal senjata KPK, yaitu operasi tangkap tangan atau OTT yang tak bisa dilakukannya karena dinonaktifkan pimpinan KPK. Padahal, menurutnya, ada lebih dari 5 OTT yang siap dieksekusinya.

"Demikian juga beberapa kasus yang sudah matang untuk dilakukan OTT, itu nggak bisa kami lakukan untuk sementara ini. Ada banyak kasus, lebih (dari lima). Dan itu yang menurut saya pengaruhnya besar terhadap pemberantasan korupsi ini," Harun Al Rasyid di Komnas HAM, Rabu (2/6/2021).

"Ada beberapa dari anggota pegawai yang 75 itu adalah tim DPO, jadi saya kira dengan penonaktifan dari 75 itu saya kira pencarian DPO atas nama Harun Masiku itu juga mengalami kendala dan hambatan," imbuhnya.

Harun Al Rasyid tak bisa berbuat banyak. Sebab, Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 mewajibkan dirinya menyerahkan tugas pada atasan.

"Tentu ada akibat pengaruh dari proses penonaktifan beberapa kawan ini. Kalau seperti saya ini, termasuk tim DPO yang diberi tugas oleh pimpinan untuk menangkap segera para DPO, tapi dengan SK 652 yang sudah dikeluarkan tentu saya tidak berbuat banyak, saya sudah menyerahkan tugas dan tanggung jawab itu ke atasan saya," kata Harun Al Rasyid.

Diketahui, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait urusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun Masiku diduga berupaya menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

Ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Selain Harun Masiku dan Wahyu, ada nama Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; serta Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai swasta.

Harun Masiku kemudian menghilang. Dia diumumkan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Januari 2020.

"Sudah DPO," kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Senin (20/1).

Raja OTT KPK

Harun Al Rasyid sendiri pernah mengaku dijuluki 'Raja OTT'. Bahkan, julukan itu disebut Harun Al Rasyid didapatnya dari Firli Bahuri, yang kini menjabat Ketua KPK.

Cerita itu disampaikan Harun Al Rasyid dalam tayangan di kanal YouTube Najwa Shihab yang diunggah pada 28 Mei 2021. Kala itu, menurut Harun, Firli bertugas sebagai Deputi Penindakan KPK saat memberikan julukan 'Raja OTT' padanya.

"Saya punya hubungan yang lebih khusus kalau dengan Firli. Jadi ketika dia jadi Deputi, saya dijuluki sama Firli itu raja OTT karena OTT terbanyak itu adalah pada saat Firli jadi deputi, 2018," kata Harun pada Najwa.

"Waktu itu 29 OTT," imbuh Harun.

Simak Video: KPK Berharap Harun Masiku Segera Ditangkap: Sudah Masuk DPO

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/tor)