Saksi Ungkap Vendor Bansos Corona Diminta Fee 12% untuk Pejabat Kemensos

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 15:09 WIB
Sidang bansos Corona (Zunita/detikcom)
Sidang bansos Corona (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Nuzulia Hamzah Nasution mengungkapkan ada kewajiban pemberian fee 10-12 persen ke pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) terkait kuota bansos Corona. Nuzulia mengatakan pembayaran fee dilakukan agar tidak mengecewakan pihak Kemensos.

Nuzulia adalah seorang swasta yang membantu Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja mendapat kuota bansos Corona. Dia juga membantu Ardian mengerjakan paket bansos. Kewajiban fee itu disampaikan Nuzulia dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan jaksa.

Berikut BAP nomor 6 Nuzulia yang dibacakan jaksa:

Di bulan September 2020 saudara Helmi mengatur pertemuan saya bersama dengan Ardian dan istrinya di Cilandak, pada pertemuan tersebut Helmi mengatakan kepada Ardian agar tidak mengecewakan Kemensos, karena PT Tigapilar telah terpilih sebagai penyedia bansos COVID-19. Saudara Helmi juga mengatakan kepada Ardian soal kewajiban untuk memberikan komitmen fee kepada orang kemensos Rp 30 ribu per paket sembako yang dikerjakan PT Tigapilar, atau 10 sampai 12 persen dari nilai kontrak

Nuzulia mengamini BAP itu. Nuzulia mengaku perintah pemberian fee 10-12 persen itu disampaikan oleh rekan Ardian yang merupakan seorang swasta bernama Helmi Rivai

Nuzulia sendiri tidak tahu apa hubungan Helmi mengatakan seperti itu. Yang jelas, Nuzulia mengatakan mereka sepakat memberikan fee ke orang Kemensos itu.

Diketahui, Ardian Iskandar merupakan terpidana perkara bansos. Dia dinyatakan hakim terbukti memberi suap kepada Rp 1,95 miliar ke mantan Mensos Juliari Peter Batubara melalui KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

Nama Helmi ini di dakwaan Ardian juga sempat muncul. Helmi yang mengenalkan Ardian ke Nuzulia dengan tujuan agar Nuzulia membantu Ardian mendapatkan kuota bansos karena Nuzulia mengenal Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin.

"Tadi dikatakan komitmen itu untuk orang Kemensos sebesar Rp 30 ribu, itu orang Kemensos siapa?" tanya jaksa ke Nuzulia.

"Saya tidak tahu pada saat itu. Tapi saya belum tahu orangnya siapa. Memang disebutkan untuk Kemensos tapi tidak tahu kemensos itu siapa orangnya," ujar Nuzulia.

Nuzulia mengatakan saat itu Ardian sepakat memberikan fee Rp 30 ribu per paket kepada orang Kemensos itu. Namun, Nuzulia mengaku tidak tahu fee itu disetor ke siapa.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2