Pemprov DKI Segera Uji Coba Pembukaan Tempat Karaoke

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 12:56 WIB
ilustrasi menyanyi
Ilustrasi karaoke (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar uji coba pembukaan karaoke. Rencananya, sekitar 15 karaoke akan menjalani uji coba.

"Nanti kita juga kaji terus nanti pasti diinfo berapa memang yang akan uji coba tahap pertama dulu, apakah 10 apa 15, paling nggak dari yang tahap uji coba ini kita kan benar-benar pantau day by day nya, dari Satpol PP, kepolisian, (dinas) pariwisata kita lihat prokes-nya gimana," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Gumilar Ekalaya di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

Gumilar mengatakan pihaknya telah menerima ratusan permohonan izin pembukaan tempat usaha karaoke selama pandemi COVID-19. Hasilnya, sebanyak 50 karaoke kembali mengirimkan perbaikan berkas ke Disparekraf DKI.

Nantinya, hanya karaoke yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 yang diizinkan beroperasi selama uji coba.

"Dari 50 ini akan kita coba kaji lagi, nanti modelnya itu kita akan coba dengan sistem uji coba dulu. Jadi tidak semua kita langsung kasih izin, tentu kita akan uji coba beberapa yang memang sudah benar-benar siap secara prokes, secara SOP dan memang punya komitmen untuk melaksanakan dan bertanggungjawab," jelasnya.

Gumilar tak memerinci kapan uji coba diberlakukan. Yang jelas, para pengunjung diwajibkan membawa hasil rapid antigen sebelum berkaraoke. Selain itu, ruangan karaoke hanya boleh dipakai satu kali dalam sehari dengan kapasitas maksimal 25%.

"Kalau nanti untuk di dalam ruangan 25% dulu untuk tahap awal yah kan masa uji coba. Jadi satu room itu hanya 25% yang dibolehkan jumlah pengunjung atau tamunya," ujarnya.

Penggunaan Mikrofon

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga membatasi penggunaan mikrofon serta mewajibkan pengunjung menggunakan face shield selama bernyanyi.

"Nanti mikrofon satu orang juga satu, nggak boleh ganti mic. Yah pasti kan nanti dari sisi prokesnya, paling tidak saat dia nyanyi itu harus pakai face shield. Kalau masker, ini makanya kita lagi coba (koordinasi) terus nih sama Dinkes DKI. Kalau nyanyi sih kayaknya agak-agak ribet ya," ucapnya.

Terakhir, Pemprov DKI meminta agar unit usaha membentuk Satgas COVID-19 internal. Nantinya, Satgas COVID internal akan melapor penerapan prokes COVID-19 secara rutin.

"Nanti pihak satgas internal itu yang akan report day by day nya ke kami, bagaimana penanganan prokesnya di masing-masing usaha," imbuhnya.

107 Karaoke Ajukan Izin Buka

Sebagaimana diketahui, rencana membuka kembali tempat karaoke yang tutup selama pandemi Corona atau COVID-19 terjadi itu tertera dalam Surat Edaran Nomor 64 Tahun 2021.

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa usaha karaoke sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali pada masa PPKM berbasis mikro dengan mengajukan permohonan pembukaan kembali usaha karaoke kepada tim Gubernur melalui Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Data terakhir yang diterima detikcom, Pemprov DKI Jakarta telah menerima 107 permohonan izin pembukaan tempat usaha karaoke. Namun, belum ada yang disetujui.

Berdasarkan dokumen dari Disparekraf DKI Jakarta, setidaknya ada 21 standar minimal protokol kesehatan bagi usaha karaoke. Diantaranya, mewajibkan tempat usaha untuk merekrut tenaga kesehatan guna pemeriksaan swab antigen pada pengunjung/menyediakan alat pendeteksi dini COVID-19 GeNose.

Nantinya, seluruh pengunjung wajib melakukan tes COVID-19 sebelum karaokean. Selain itu, usia pengunjung hanya boleh di atas 9-60 tahun untuk jenis karaoke keluarga.

Serta, usia di atas 18-60 tahun untuk karaoke eksekutif. Kapasitas pengunjung pun dibatasi 25%.

Simak juga video 'Epidemiolog Tekankan Dua Syarat Jika Tempat Karaoke Dibuka':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)