Perjalanan Kasus Kolor Ijo Sumut hingga Penangkapan Pelaku

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 14:05 WIB

Dugaan Perkumpulan Sesat

Aksi kolor ijo itu kemudian diduga merupakan perkumpulan sesat. Sebab, pernah ada di kampung lain yang berhasil menangkap sosok tersebut.

"Di kampung lain ya sama kelakuannya. Tapi lain orang lagi, seperti perkumpulan sesat orang itu," Surianto, Selasa (25/5/2021).

Dosen antropologi Universitas Negeri Medan (Unimed) Erond L Damanik mengatakan kolor ijo itu digambarkan dengan sosok manusia kecil. Kolor ijo ini disebut mitos di masyarakat Jawa.

"Itu kan manusia kecil yang dikatakan memiliki celana pendek berwarna hijau. Itu sebenarnya mitos Jawa," ucap Erond.

Kolor Ijo Ditangkap

Polisi berhasil menangkap pria yang diduga berperan sebagai kolor ijo dalam video viral tersebut. Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting mengatakan pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Pelaku yang sempat viral di media sosial dengan judul kolor ijo adalah Mika Sanjaya alias Jaya (29), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat," kata Siswanto kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Mika Sanjaya, diterangkan bahwa peristiwa itu terjadi pada 23 Mei 2021 sekitar pukul 04.30 WIB. Pelaku masuk dari pintu belakang rumah korban.

Tersangka Mika mengaku ketika masuk rumah korban dalam keadaan telanjang dan mengikat kepalanya dengan kaos baju berwarna oranye.

Siswanto menjelaskan, sebelum melakukan aksinya itu, pelaku terlebih dahulu minum tuak. Pelaku mengaku mempunyai kebiasaan mengintip perempuan yang sedang tidur.

"Tersangka mengakui dan menerangkan bahwa ia mempunyai sifat dan kebiasaan buruk setelah meminum minuman tuak lalu berusaha mengintip perempuan yang sedang tertidur," sebut Siswanto.

Tersangka mengaku telah dua kali melakukan perbuatan tersebut. Pada perbuatan awal, dia lolos dari jeratan hukum lantaran diselesaikan secara kekeluargaan.

Akibat perbuatannya itu tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Binjai. Dia bakal dijerat dengan Pasal 363 juncto Pasal 53 KUHP.


(idn/gbr)