Bikin Geger Sumut, Begini Asal Mula Cerita Kolor Ijo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 12:47 WIB
Jakarta -

Isu kolor ijo belakangan ini beredar di Sumatera Utara (Sumut). Pelaku yang menjadi 'kolor ijo' pun telah ditangkap oleh polisi. Lantas, sejak kapan awal mula isu kolor ijo ini muncul di Indonesia?

Isu kolor ijo pernah menggemparkan Indonesia pada era 2000-an. Budi Daruputra dalam buku 'Santet: Realita di Balik Fakta' mengungkap bahwa kolor ijo merupakan penjahat yang memakai kolor berwarna hijau dan memperkosa perempuan. Pemerkosaan ini disebut sebagai syarat kesaktian.

Sementara itu, dikutip dari buku 'Teror Kolor Ijo' terbitan Pusat Data dan Analisa TEMPO, isu kolor ijo ini sempat merebak di Jabodetabek dan terus menjadi pemberitaan nasional. Warga menjadi waspada akibat isu ini. Ibu-ibu takut tidur sendirian. Sedangkan bapak-bapak dan anak muda rutin menggelar ronda malam.

Selain itu, rumah warga juga banyak dipasangi bambu kuning dan daun kelor yang konon bisa menangkal kolor ijo. Isu kolor ijo ini bahkan sampai membuat Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso saat itu kesal sekali. Dia tak percaya dengan isu kolor ijo, namun dia prihatin dengan isu yang sudah membuat warganya takut.

Awal Mula Isu Kolor Ijo

Masih menurut buku 'Teror Kolor Ijo', isu kolor ijo ini bermula dari pengakuan wanita bernama Juju asal Setu, Bekasi. Kepada polisi, istri satpam itu mengaku diperkosa oleh pria misterius berkolor hijau (ijo). Dia mengaku dicabuli di depan mertua dan anaknya. Bahkan sang kolor ijo itu juga merampas kalung emasnya.

Sejak itu, Oktober-November 2003, warga Bekasi menjadi siaga dengan kolor Ijo. Isu ini kemudian merebak ke berbagai daerah, dari Ciputat hingga Depok.

Ada pula wanita bernama Rosadah asal Ciputat yang juga menjadi korban kolor ijo Dia mengaku diperkosa dan punya bekas cakaran kolor ijo. Cerita Rosadah pun semakin membuat isu kolor ijo berhembus kencang.

Namun, belakangan polisi menjelaskan bahwa isu tersebut hanya isapan jempol belaka. Rosadah mengarang cerita untuk mendapatkan popularitas. Cakaran kolor ijo itu juga tak pernah ada. Isu kolor ijo pun disebut muncul karena isu ekonomi warga.

Kolor Ijo di Sumut Ditangkap

Sebelumnya, polisi menangkap Mika Sanjaya alias Jaya (29), yang diduga sebagai kolor ijo Sumatera Utara (Sumut) yang terekam dalam video viral. Jaya terduga kolor ijo Sumut disebut-sebut masuk ke rumah warga di Langkat.

Mika ditangkap setelah adanya laporan dari korban dengan nomor LP/28/V/2021/SPKT/Polsek Binjai tanggal 31 Mei 2021. Mika disebut sebagai pelaku yang sempat viral di media sosial dengan judul kolor ijo.

"Unit Intel dan Reskrim Polsek Binjai telah melakukan penyelidikan dari saksi-saksi yang menerangkan bahwasanya pelaku yang sempat viral di media sosial dengan judul kolor ijo adalah Mika Sanjaya alias Jaya (29), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat," kata Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Siswanto mengatakan Mika telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada polisi, tersangka mengakui telah masuk ke rumah korban. Tersangka pun mengakui ketika masuk ke rumah korban dalam keadaan telanjang serta mengikat kepalanya dengan kaus berwarna oranye.

Menurut Siswanto, sebelum melakukan aksinya, tersangka terlebih dahulu minum tuak. Tersangka mengaku mempunyai kebiasaan buruk setelah minum tuak dengan cara mengintip perempuan yang sedang tidur.

"Sebelum melakukan perbuatannya, tersangka terlebih dahulu meminum minuman tuak. Dari keterangan tersangka mengakui dan menerangkan bahwa ia mempunyai sifat dan kebiasaan buruk setelah meminum minuman tuak lalu berusaha mengintip perempuan yang sedang tertidur," kata Siswanto.

Siswanto menuturkan tersangka bakal dijerat dengan Pasal 363 juncto Pasal 53 KUHP.