Dicecar soal Alasan Mau Terima Suap, Saksi Kasus Bansos Corona Seret Juliari

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 22:15 WIB
Selain Mensos Juliari Batubara, KPK turut tetapkan Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono sebagai tersangka. Keduanya ditahan usai serahkan diri ke KPK.
Adi Wahyono saat masih berstatus tahanan KPK. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bansos Corona pada Kementerian Sosial (Kemensos), Adi Wahyono, mengaku menyesal telah menerima suap. Adi, yang juga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi bansos Corona, dicecar hakim terkait faktor yang mendorong Adi menerima suap.

Adi menceritakan pernah menerima suap berupa uang. Hakim ketua Muhammad Damis menanyakan faktor apa yang membuat Adi mau menerima suap.

"Ya waktu pertama itu hanya, 'Pak ini ada oleh-oleh'. Kan ada kardusnya, Pak. Nah di bawahnya ada uangnya," kata Adi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

"Maksud saya, Saudara mau menerima itu atas kemauan saudara apa ada faktor eksternal, ada yang meminta?" tanya hakim.

Adi mengaku ada faktor eksternal yang melatarbelakangi hingga dia mau menerima suap. Adi berdalih ada kebutuhan di kementerian yang membutuhkan dana, sehingga ia mengambil uang suap itu.

"Ada kebutuhan-kebutuhan kementerian," jawab Adi.

Hakim kembali mencecar Adi terkait atas kemauan siapa suap itu akhirnya diterima. Adi menyebut menteri hingga sekretaris jenderal (sekjen). Diketahui, kasus bansos Corona ini menyeret nama mantan Mensos Juliari Batubara.

"Uang yang diterima kemauan saudara atau ada faktor eksternal? Pertanyaannya siapa?" cecar hakim.

"Ya ada, dari mulai menteri, dirjen, sekjen. Secara langsung tidak, tapi...," ujar Adi.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.