Isolasi Lingkungan Gegara Corona di Medan Cuma Malam, Kalau Siang Cemana?

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 13:50 WIB
Suasana lingkungan yang diisolasi di Medan (Datuk-detikcom)
Foto: Suasana lingkungan yang diisolasi di Medan (Datuk-detikcom)
Medan -

Isolasi Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor, Medan, untuk mencegah penyebaran virus Corona hanya dilakukan pada malam hari. Bagaimana saat siang hari?

Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi, menjelaskan bagaimana pengawasan di lokasi isolasi Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor. Dia mengatakan pemantauan ketat dilakukan pada malam hari, sementara pada siang hari kepala lingkungan (Kepling) ditugaskan memantau orang-orang yang positif virus Corona tidak keluar rumah.

"Masih tetap kita awasi di mana lokasi tempat tinggal yang terpapar COVID-19 Jadi kita pantau mulai dari jam 19.00 WIB hingga jam 06.00 WIB. Tapi kalau untuk siangnya, keplingnya memantau pastikan bahwa yang terpapar tidak keluar dari rumah. Untuk kebutuhan makanan, semuanya kan dibantu oleh Pemko melalui Dinsos. Obat-obatan dari Puskesmas," ujar Zulfakhri, Senin (31/5/2021).

Zulfakhri mengklaim pihaknya tetap memantau pergerakan warga walau tidak diisolasi pada siang harinya. Petugas, katanya, bakal memantau rumah-rumah warga yang terpapar virus Corona.

"Itulah yang dipantaukan. Titik pantauan kan yang terpapar. Dia kan isolasinya mandiri di rumah masing-masing. Nah itu yang dipantau Pak Kepling ke rumah-rumah yang terpapar ini di Lingkungan VII," ujar Zulfakhri.

Zulfakhri menjelaskan alasan tidak ditutupnya seluruh akses jalan menuju wilayah yang diisolasi, yakni Gang Eka Mulia, Lingkungan VII. Dia menyebut hal itu tidak dilakukan lantaran ada sejumlah warga yang keberatan.

"Karena begini, makanya evaluasi hari kedua. Hari pertama kan kita tutup (Jalan) Eka Rasmi. Cuma kan banyak yang keberatan, karena sesuai dengan peraturan, yang diisolasi adalah lingkungan. Lingkungan VII itu kan terlalu luas. Beda sama di Jawa. Di Jawa itu satu RW mungkin satu gang. Bisalah di isolasi penuh," sebut Zulfakhri.

"Kita Lingkungan VII aksesnya aja sampai ada 14 jalan. Kan nggak mungkin kita tutup semua. Artinya hari pertama kita tutup jalan utamanya ternyata arahan Pak Wali Kota kita langsung ke sasaran. Jadi jangan jalan besarnya yang kita tutup sehingga terganggu yang lewat," sambungnya.

Sebelumnya, Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor, Medan, diisolasi karena kasus positif virus Corona atau COVID-19 yang dianggap tinggi. Isolasi hanya dilakukan malam hari.

Pantauan detikcom, di lokasi, Senin (31/5), terlihat ada road barrier yang ditempatkan di depan Gang Eka Mulia, Jalan Eka Rasmi. Ada juga satu spanduk bertuliskan 'Isolasi Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor Pukul 19.00 s/d 06.00 WIB'.

Selain itu, tampak juga satu tenda posko berada di seberang jalan menuju Gang Eka Mulia. Tenda itu terlihat kosong. Akses menuju Gang Eka Mulia itu juga bisa dimasuki lewat Jalan Eka Rasmi V dan Jalan Eka Rasmi VI melalui Jalan Eka Rasmi VI Baru. Tidak terlihat ada road barrier di persimpangan jalan yang menuju Gang Eka Mulia.

Sejumlah warga juga terlihat keluar-masuk gang tersebut dengan bebas. Isolasi hanya dilakukan sesuai jadwal yang ada di spanduk tersebut.

Untuk diketahui, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menginstruksikan jajarannya di sejumlah lingkungan di Medan untuk menjalankan PPKM Mikro di wilayah masing-masing. Dia juga sempat mengecek langsung suasana isolasi di dua lingkungan pada Jumat (28/5) malam dan akan terus berlanjut hingga 7 hari ke depan.

(haf/haf)