Duet Puan-Anies di Pilpres Dinilai Tak Akan Terwujud sampai Lebaran Kuda

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 13:35 WIB
Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani (Tangkapan Layar)
Jakarta -

Elite PDIP Effendi Simbolon mengusulkan duet Puan Maharani-Anies Baswedan di Pilpres 2024. Duet dua tokoh ini dinilai tak akan terwujud, apa sebabnya?

Direktur Parameter Politik Adi Prayitno menilai usulan Effendi Simbolon cukup bagus. Duet Puan-Anies dinilai dapat menjadi rekonsiliasi di 2024.

"Substansinya bagus agar ada capres rekonsiliasi di 2024 menduetkan Puan dan Anies," kata Adi kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Namun Adi menilai ada problem Puan-Anies dapat terwujud. Sebab, duet tersebut sulit diterima oleh kalangan internal PDIP.

"Problemnya, usulan ini tak populer di internal PDIP yang selama ini sangat terlihat anti dan mengharamkan berkoalisi dengan Anies. Usul ini sepertinya utopis. Sampai Lebaran kuda pun sulit terwujud," ujarnya.

Selain itu, wacana Puan-Anies dinilai untuk membelokkan perhatian publik agar tak membicarakan Ganjar Pranowo terkait Pilpres 2024. Namun setidaknya PDIP mulai mengembuskan Puan sebagai capres pada 2024.

"Kedua, usul ini sedikit berhasil memalingkan wajah publik agar tak melulu bicara Ganjar, tapi perlahan mulai mengenalkan Puan sebagai capres paling layak dari PDIP. Ini strategi untuk menggembok agar publik tak lagi bicara Ganjar sebagai capres PDIP," imbuhnya.

Wacana duet Prabowo Subianto-Puan Maharani sebelumnya sudah mengemuka meski Pilpres 2024 masih tiga tahun lagi. Di tengah wacana pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Puan, politikus PDIP Effendi Simbolon justru mengusulkan duet Puan Maharani-Anies Baswedan.

"Saya punya usul, saya bilang Mba Puan itu dipasangkannya harus sama Anies. Ya jangan lagi Prabowo. Jadi Puan capres, Anies cawapres," kata Effendi kepada wartawan, Minggu (30/5).

Effendi menyebut duet Puan-Anies sebagai rekonsiliasi nasionalis dengan religius. Anggota DPR RI itu menyarankan Gerindra mendukung pasangan Puan-Anies tanpa memiliki calon, baik di posisi capres maupun cawapres.

"Itu baru rekonsiliasi nasionalis dan religi," sebut Effendi.

Lihat juga Video: News Of The Week: Sidang Vonis HRS, Ganjar Tepis Konflik dengan Puan

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/aud)